Pelatih Miami Chuck Martin Desak Rivalry Victory Bell Lawan Cincinnati Dilanjutkan

Pelatih Miami Chuck Martin Desak Rivalry Victory Bell Lawan Cincinnati Dilanjutkan
Pelatih Miami Chuck Martin Desak Rivalry Victory Bell Lawan Cincinnati Dilanjutkan

BICARAKEUANGAN.COM — Chuck Martin menuntut agar rivalitas Victory Bell melawan Cincinnati terus digelar setiap tahun, dengan syarat timnya dibayar untuk bertandang. Permintaan itu muncul setelah Cincinnati menang dramatis 35-31 di TQL Stadium, membalikkan defisit tiga skor dan memperpanjang dominasi mereka atas Miami dalam 20 pertemuan terakhir.

Pertemuan ke-129 Battle for the Victory Bell berlangsung sengit, tetapi bisa jadi yang terakhir untuk sementara waktu. Cincinnati dan Miami belum memiliki jadwal pertemuan di masa depan.

Kedua kubu terlihat berselisih soal syarat kelanjutan rivalitas. Cincinnati menang 35-31 di TQL Stadium, dan kini unggul agregat 62-60-7 atas Miami.

Cincinnati Dominan dalam 20 Pertemuan Terakhir

Kemenangan terbaru membuat Cincinnati mengantongi 18 kemenangan dari 20 duel terakhir melawan Miami. Rentetan itu termasuk 16 kemenangan beruntun pada 2006 hingga 2022.

Cincinnati juga tercatat sebagai tim yang lebih kuat sejak naik ke Big 12. Miami terakhir menang satu kali dalam rentang tersebut.

Permintaan Martin: Main di Kandang Cincinnati, Setiap Tahun

Pelatih Miami Chuck Martin menyatakan keinginannya agar rivalitas ini berlanjut. Ia bahkan menyampaikan permintaan spesifik yang berpotensi menuai penolakan di Clifton.

"We should play Cincinnati, on the road, and every year," kata Martin. "We keep the rivalry going. They pay us — they're gonna pay somebody. Pay us!"

Martin menilai rivalitas ini sudah terlalu berat sebelah dalam beberapa dekade terakhir. "Why would they not want to play us? They're not afraid of us," ujarnya.

Jadwal Masa Depan Jadi Kendala Utama

Miami dan Cincinnati sebelumnya menjalani seri home-and-home sejak 1970. Keduanya tidak bertemu musim lalu setelah Miami membatalkan kunjungan ke Nippert Stadium pada 2025 dan 2028.

Cincinnati merespons dengan membatalkan laga di Oxford pada 2027 dan 2029. Tahun ini rivalitas dipindahkan ke TQL Stadium, bukan di lingkungan kampus.

Pelatih Cincinnati Scott Satterfield tidak menunjukkan gairah yang sama untuk melanjutkan rivalitas ini.

"I don't have a whole lot of control over that. I just play the ones they tell us to play," kata Satterfield.

Lanskap Sepak Bola Kampus Bikin Penjadwalan Sulit

Satterfield menyebut perubahan lanskap sepak bola kampus membuat penjadwalan melawan tim Mid-American Conference seperti Miami semakin rumit. Ia tetap mengakui panjangnya sejarah rivalitas ini.

Battle for the Victory Bell adalah rivalitas non-konferensi tertua dan paling lama dimainkan di Amerika Serikat, dimulai pada 1888. Laga ini dipastikan tidak digelar musim depan.

Apakah kedua kubu bisa mencapai kesepakatan untuk menyelamatkan rivalitas bersejarah ini masih belum jelas. Tantangan logistik diprediksi tetap menjadi penghalang utama.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index