BICARAKEUANGAN.COM — Portland Fire dan Toronto Tempo sudah mengunci posisi di luar jalur playoff WNBA 2026, tetapi draft ekspansi yang mereka jalani terbukti memberi fondasi nyata. Dari 22 pilihan yang tersedia, sejumlah nama langsung menjadi tulang punggung, sementara yang lain justru dilepas sebelum musim bergulir.
Portland Fire menutup musim reguler di peringkat kesembilan, lebih tinggi dari lima tim non-ekspansi. Toronto Tempo terpuruk di 11-30 akibat badai cedera, meski sempat membuka musim dengan 7-5.
Bagi kedua klub, draft ekspansi menjadi pijakan pertama membangun skuad. Hasilnya beragam: ada pilihan yang langsung bersinar, ada pula yang gagal bertahan.
Bridget Carleton dan Carla Leite Jadi Poros Permainan Fire
Carleton diambil sebagai pilihan pertama dan membayar kepercayaan itu dengan rata-rata 14,3 poin per gim. Efisiensi tembakan tiga angkanya mencapai 36,8 persen dengan 106 tembakan masuk, terbaik kelima di liga.
Leite justru muncul sebagai pemain terbaik Fire. Pilihan ketiga itu mencetak 15,8 poin dan 6,3 asis per pertandingan, dengan akurasi 39,8 persen dari luar garis.
Emily Engstler (pilihan ketujuh) menambah 10,3 poin per gim, naik 4,1 angka dari rekor pribadinya. Ia juga masuk 14 besar liga untuk steal dan delapan besar untuk blok, masing-masing 1,5 per gim.
Sarah Ashlee Barker Jadi Penemuan Tak Terduga di Pilihan 18
Barker hanya mencetak 10,7 poin per gim, tetapi akurasi tiga angkanya 40 persen dengan 36 tembakan masuk. Persentase tembakan dua angkanya menyentuh 57,6 persen.
Musimnya berakhir pahit setelah robek ACL pada 22 Juli. Fire berharap ia kembali menjadi bagian penting tahun depan.
Nika Mühl belum debut karena cedera ACL, namun Fire masih menaruh minat. Ia pemegang rekor asis sepanjang masa UConn, di atas Sue Bird.
Marina Mabrey Bintang Tunggal dari Draft Ekspansi
Toronto mengambil Mabrey di posisi keenam karena Portland sudah memakai jatah unrestricted free agent untuk Carleton. Keputusan itu berbuah manis.
Mabrey menjadi satu-satunya All-Star dari draft ekspansi 2026. Ia bahkan menyamai rekor poin terbanyak dalam satu gim WNBA dengan 53 angka.
Akurasi tiga angkanya melonjak ke 38,5 persen dengan 105 tembakan masuk, memimpin liga dengan 3,3 per gim. Keraguan soal penurunan performanya musim lalu terjawab tuntas.
Julie Allemand (pilihan kedua) menyumbang 5,6 asis per gim, hanya 0,2 di bawah rekor pribadinya pada 2020. Akurasi tembakan duanya 78,6 persen.
Nyara Sabally tampil 24 dari 41 gim akibat cedera, tetapi rata-rata 12,3 poin dan 5,3 rebound saat bermain. María Conde, rookie 29 tahun asal Spanyol, mencatat 8,9 poin per gim dengan menit bermain keempat tertinggi di tim.
Sejumlah Pilihan Harus Dilepas Sebelum Musim Dimulai
Fire melepas Sug Sutton pada 21 Mei, lalu Maya Caldwell ditukar ke Minnesota demi pick ronde ketiga 2028. Chloe Bibby dan Haley Jones juga tak bertahan lama.
Di kubu Tempo, Aaliyah Nye, Kitija Wallace, dan Kitija Laksa dilepas sebelum musim bergulir. Maria Kliundikova dipindahkan ke Connecticut Sun bersama pick ronde kedua 2028 untuk Aneesah Morrow.
Dari delapan pemain Tempo dengan menit bermain di atas 20 per gim, hanya empat berasal dari draft ekspansi. Sisanya dibangun lewat free agency dan draft kampus.
Portland mengandalkan lima kontributor kunci dari draft ekspansi, dengan Barker sebagai temuan paling menguntungkan di pilihan 18.