Tanoto Foundation Sebut Alumni Beasiswa TELADAN 27% Lebih Cepat Dapat Kerja

Tanoto Foundation Sebut Alumni Beasiswa TELADAN 27% Lebih Cepat Dapat Kerja
Tanoto Foundation Sebut Alumni Beasiswa TELADAN 27% Lebih Cepat Dapat Kerja

BICARAKEUANGAN.COM — Penerima beasiswa TELADAN tercatat 27 persen lebih mungkin mendapatkan pekerjaan dibanding lulusan lain, menurut studi Tanoto Foundation yang diterbitkan di Journal of Further and Higher Education. Temuan itu sekaligus mengungkap bahwa kesiapan kerja lulusan lebih ditentukan oleh ketangguhan, kemampuan komunikasi, dan kolaborasi ketimbang sekadar nilai akademik.

Tanoto Foundation menilai jarak antara dunia kampus dan kebutuhan industri tidak bisa ditutup hanya dengan transkrip nilai yang bagus. Program beasiswa TELADAN (Teaching Leadership, Advancing the Nation) yang dijalankannya sejak 2006 dirancang untuk menambal celah itu lewat pengembangan kepemimpinan yang terstruktur.

Kajian berjudul What Drives Graduate Employability? yang dimuat di Journal of Further and Higher Education menjadi dasar klaim tersebut. Studi itu menemukan bahwa kesiapan kerja lulusan lebih banyak dibentuk oleh grit, kemampuan menetapkan tujuan, komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan mandiri.

Mobilitas Sosial dalam Satu Tahun Pertama

Selain peluang kerja yang lebih besar, penerima beasiswa TELADAN disebut dua kali lebih mungkin mengalami mobilitas sosial ke atas. Dalam satu tahun pertama bekerja, pendapatan mereka bahkan bisa menyamai atau melampaui penghasilan orang tua.

Capain itu tidak lepas dari durasi pembinaan yang panjang. Tanoto Scholars, sebutan bagi penerima beasiswa, mengikuti pengembangan kepemimpinan terstruktur selama 3,5 tahun, mulai semester dua hingga semester delapan.

Dukungan finansialnya mencakup biaya kuliah penuh dan tunjangan hidup bulanan. Sejak 2006, program ini telah menjangkau lebih dari 8 ribu Tanoto Scholars di 10 universitas mitra.

Tiga Akar Kesenjangan Pendidikan dan Kerja

Tanoto Foundation mengidentifikasi tiga persoalan yang membuat lulusan sulit bersaing. Pertama, karyawan yang mumpuni terbentuk lewat pengalaman nyata, bukan hanya fondasi akademik.

Kemampuan menjelaskan gagasan, berkolaborasi dengan beragam karakter, merespons situasi tidak pasti, dan mengambil keputusan cepat terbentuk bertahap. Prosesnya lewat pengerjaan proyek, magang, kegiatan organisasi, keterlibatan komunitas, mentoring, hingga refleksi diri.

Kedua, akses mahasiswa terhadap pengalaman pengembangan diri tidak setara. Magang, program pertukaran, organisasi ekstrakurikuler, dan kesempatan membangun jejaring kerap hanya dinikmati mereka yang punya modal lebih.

Jejaring profesional dan eksposur ke calon pemberi kerja ikut menentukan siapa yang lebih menonjol di antara para lulusan. Di titik inilah mentoring terstruktur, magang, dan eksposur profesional menjadi kunci memperluas peluang kerja.

Mulai dari Semester Awal, Bukan Rencana Kaku

Soal ketiga menyangkut waktu memulai. Tanoto Foundation menegaskan bahwa memulai lebih awal tidak berarti mahasiswa harus menyusun rencana karier lima tahun yang paten atau menganggap diri pemimpin sejak semester pertama.

Masa kuliah justru menjadi ruang belajar untuk mengeksplorasi minat, kekuatan, nilai pribadi, dan area yang masih perlu dikembangkan. Yang penting, mahasiswa mau mencoba berbagai jalan, mengambil tanggung jawab baru, dan belajar dari kegagalan.

Semakin dini proses itu dimulai, semakin matang bentuknya saat memasuki dunia kerja. Pilihan karier pun menjadi makin terarah seiring waktu.

Ekosistem Pendukung di Luar Kelas

Pengembangan terstruktur diperkuat ekosistem yang lebih luas. Di dalamnya ada Tanoto Scholars Association, inisiatif berbagi berbasis komunitas Pay It Forward, Tanoto Scholars Gathering, kesempatan magang, eksposur global, serta jaringan alumni di dalam dan luar negeri.

Pendekatan holistik itu dimulai dari kepemimpinan diri, berlanjut ke kepemimpinan kolaboratif, hingga tahap persiapan menuju dunia profesional. Bagi Tanoto Foundation, kombinasi pembinaan panjang dan pengalaman nyata inilah yang membuat lulusan lebih siap bersaing di pasar kerja.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index