Skincare

Busui Wajib Lebih Hati-hati, Ini 5 Kandungan Skincare yang Berisiko Saat Masa Menyusui

Busui Wajib Lebih Hati-hati, Ini 5 Kandungan Skincare yang Berisiko Saat Masa Menyusui
Busui Wajib Lebih Hati-hati, Ini 5 Kandungan Skincare yang Berisiko Saat Masa Menyusui

JAKARTA - Menjadi ibu menyusui bukan hanya soal menjaga asupan makanan dan minuman, tetapi juga tentang lebih cermat memilih produk perawatan diri. 

Banyak orang mengira skincare hanya bekerja di permukaan kulit, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki kemampuan menyerap zat tertentu, termasuk bahan kimia aktif dalam produk perawatan kulit. Pada masa menyusui, hal ini menjadi perhatian penting karena apa yang terserap ke dalam tubuh ibu berpotensi memengaruhi kualitas dan keamanan ASI.

Di satu sisi, merawat kulit tetap diperlukan agar ibu merasa nyaman dan percaya diri. Namun di sisi lain, tidak semua kandungan skincare aman digunakan selama menyusui. Beberapa bahan yang umum dipakai untuk mengatasi jerawat, flek hitam, atau tanda penuaan justru menyimpan risiko tersendiri bagi bayi. Oleh karena itu, kehati-hatian menjadi kunci utama dalam memilih produk perawatan kulit selama fase ini.

Berbagai lembaga kesehatan dan dermatologi internasional, seperti American Academy of Dermatology (AAD) dan Mayo Clinic, telah memberikan panduan mengenai bahan aktif yang sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui. Informasi ini penting diketahui agar perawatan kulit tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan si kecil. Berikut lima kandungan skincare yang perlu dihindari selama masa menyusui, beserta penjelasan lengkapnya.

1. Retinoid

Retinoid merupakan salah satu bahan aktif yang paling populer dalam dunia skincare. Kandungan ini meliputi retinol, retinyl palmitate, adapalene, dan turunannya. Retinoid dikenal efektif untuk mengatasi jerawat, merangsang regenerasi kulit, serta mengurangi tanda penuaan dini.

Meski manfaatnya besar, penggunaan retinoid tidak disarankan bagi ibu menyusui. Menurut Mayo Clinic, penyerapan retinoid melalui kulit memang lebih kecil dibandingkan obat oral, tetapi tetap ada potensi risiko jika digunakan secara rutin. Para ahli menyarankan untuk menghindari bahan ini sebagai langkah pencegahan karena dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan bayi apabila terserap dalam jumlah tertentu.

Sebagai alternatif yang lebih aman, ibu menyusui dapat memilih bahan seperti bakuchiol atau azelaic acid. Kedua bahan ini memiliki fungsi serupa dalam membantu peremajaan kulit dan mengatasi jerawat, namun dinilai lebih ramah digunakan selama menyusui.

2. BHA Dosis Tinggi

Beta Hydroxy Acid (BHA), khususnya salicylic acid, sering ditemukan dalam pembersih wajah, toner, hingga produk totol jerawat. Dalam konsentrasi rendah, salicylic acid umumnya dianggap aman jika digunakan pada area terbatas. Namun, penggunaan BHA dalam dosis tinggi perlu dihindari oleh ibu menyusui.

Mengutip Healthline, salicylic acid memiliki hubungan kimia dengan aspirin. Jika terserap dalam jumlah besar, misalnya melalui chemical peeling atau penggunaan di area tubuh yang luas, terdapat potensi risiko bagi bayi melalui ASI. Oleh sebab itu, kehati-hatian sangat diperlukan.

Sebagai pengganti yang lebih aman, AHA seperti glycolic acid atau lactic acid bisa menjadi pilihan untuk eksfoliasi ringan. Kandungan ini membantu mengangkat sel kulit mati tanpa risiko penyerapan berlebihan.

3. Hydroquinone

Hydroquinone dikenal sebagai bahan pemutih kulit yang efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi dan flek hitam. Meski hasilnya cukup signifikan, bahan ini tidak dianjurkan untuk digunakan oleh ibu menyusui.

Berdasarkan laporan dari Journal of Canadian Family Physicians, hydroquinone memiliki tingkat penyerapan sistemik yang cukup tinggi, yaitu sekitar 35 hingga 45 persen. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar bahan dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit, sehingga meningkatkan risiko berpindah ke ASI.

Untuk mengatasi masalah pigmentasi selama menyusui, dermatolog lebih menyarankan penggunaan vitamin C atau niacinamide. Kedua bahan ini dinilai lebih aman dan tetap efektif membantu mencerahkan kulit secara bertahap.

4. Oxybenzone

Penggunaan sunscreen tetap penting selama menyusui, tetapi pemilihan jenisnya perlu diperhatikan. Oxybenzone dan avobenzone merupakan filter UV kimia yang sering digunakan dalam sunscreen berbasis chemical sunscreen.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), oxybenzone dapat terserap ke dalam aliran darah dan bahkan terdeteksi dalam sampel ASI pada beberapa penelitian. Selain itu, bahan ini juga dikaitkan dengan potensi gangguan sistem hormon.

Sebagai alternatif yang lebih aman, ibu menyusui disarankan memilih physical sunscreen atau mineral sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide. Jenis sunscreen ini bekerja dengan memantulkan sinar UV di permukaan kulit tanpa diserap ke dalam tubuh.

5. Paraben dan Phthalates

Paraben dan phthalates kerap digunakan sebagai bahan pengawet serta penstabil aroma dalam berbagai produk perawatan tubuh. Meski efektif menjaga kualitas produk, kedua bahan ini termasuk dalam kategori zat pengganggu hormon.

The Environmental Working Group menyoroti bahwa paraben dan phthalates dapat meniru hormon estrogen dan berpotensi mengganggu keseimbangan endokrin. Bagi ibu menyusui, paparan zat ini dikhawatirkan dapat memengaruhi produksi ASI serta tumbuh kembang bayi.

Untuk mengurangi risiko, sangat disarankan memilih produk dengan label “Paraben-Free” dan “Phthalates-Free” selama masa menyusui.

Lebih Selektif demi Keamanan Bayi

Masa menyusui adalah periode penting yang membutuhkan perhatian ekstra dalam setiap aspek kehidupan, termasuk perawatan kulit. Menghindari kandungan skincare tertentu bukan berarti harus mengorbankan kesehatan dan penampilan kulit. Dengan memilih alternatif yang lebih aman dan membaca label produk secara cermat, perawatan kulit tetap bisa dilakukan dengan tenang.

Kesadaran terhadap kandungan skincare menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi. Dengan informasi yang tepat, ibu menyusui dapat tetap merawat diri sekaligus memberikan perlindungan terbaik bagi buah hati.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index