Environment Asia

SOFA Ubah Nama Resmi Menjadi Solusi Environment Asia, Masuki Bisnis Waste Energy

SOFA Ubah Nama Resmi Menjadi Solusi Environment Asia, Masuki Bisnis Waste Energy
SOFA Ubah Nama Resmi Menjadi Solusi Environment Asia, Masuki Bisnis Waste Energy

JAKARTA – Langkah strategis diambil oleh PT Boston Furniture Industries Tbk, emiten berkode saham SOFA, yang resmi mengubah nama menjadi PT Solusi Environment Asia Tbk. 

Transformasi ini bukan sekadar perubahan identitas, tetapi juga menandai arah baru perusahaan menuju sektor energi terbarukan, khususnya bisnis waste to energy yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 8 , perubahan nama ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Desember 2025. Bersamaan dengan perubahan nama, perusahaan juga melakukan pembaruan logo serta memindahkan alamat domisilinya ke lokasi strategis di Jakarta.

Sebelumnya, SOFA berkedudukan di Kabupaten Tangerang, tepatnya di Milenium Industrial Estate, Jl. Milenium 15 Blok I-2 No. 5A, Peusar, Panongan, Tangerang, Banten. Saat ini, kantor pusat perusahaan berada di Sequis Center, Lantai 3, Unit 305, Jl. Jenderal Sudirman No. 71, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pemindahan lokasi ini dipandang sejalan dengan visi perusahaan untuk lebih dekat dengan pusat kegiatan industri energi dan keuangan, sekaligus mempermudah koordinasi dengan mitra strategis.

Seiring dengan perubahan nama dan alamat, struktur manajemen SOFA juga dipertegas. Susunan direksi terdiri atas Direktur Utama Denny Rizal, Direktur Ezra Mohammed Dhanaguna, dan Direktur Dimas Adiyasa Wiryatmaja. Sementara dewan komisaris diketuai Romario Beckenbauer Yap, dengan Djoko Hendratto sebagai komisaris independen. Struktur baru ini diharapkan mampu mendorong transformasi bisnis secara cepat dan efisien.

Menurut Ezra Mohammed Dhanaguna, Direktur SOFA, keputusan untuk mengubah nama dan arah bisnis perusahaan merupakan respons terhadap peluang strategis yang muncul di sektor energi terbarukan. “Perubahan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan tren industri global dan membuka peluang baru di sektor energi yang berkelanjutan,” kata Ezra.

Langkah perusahaan ini memiliki fokus khusus pada proyek waste to energy, yaitu teknologi yang memanfaatkan sampah sebagai sumber energi listrik. Strategi ini sejalan dengan agenda nasional dalam mengurangi limbah dan meningkatkan kontribusi energi terbarukan bagi bauran energi Indonesia. SOFA berencana mengikuti tender proyek waste to energy yang diselenggarakan oleh PT Danantara Investment Management.

Perubahan identitas dan arah bisnis ini menandai transformasi besar, dari perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang furnitur menjadi perusahaan yang bergerak di sektor energi hijau. Dengan demikian, SOFA kini menempatkan dirinya sebagai pemain yang ikut serta dalam mendorong keberlanjutan lingkungan sekaligus mengejar potensi pertumbuhan di industri energi terbarukan yang diproyeksikan terus meningkat.

Selain aspek bisnis, transformasi ini juga diharapkan meningkatkan citra perusahaan di mata investor. Analis industri menilai, langkah ini menunjukkan kesiapan perusahaan untuk beradaptasi dengan perkembangan industri global yang lebih ramah lingkungan. Hal ini juga bisa menjadi daya tarik bagi investor yang fokus pada ESG (Environmental, Social, Governance) dan investasi berkelanjutan.

Selain perubahan nama, SOFA menyiapkan langkah operasional lain yang mendukung transformasi bisnis. Pemindahan kantor ke pusat bisnis Jakarta diharapkan mempermudah kolaborasi dengan mitra strategis, lembaga keuangan, dan instansi pemerintah. Keberadaan di kawasan yang dekat dengan pusat keuangan dan bisnis nasional juga diharapkan mendukung proses tender proyek serta memperkuat akses ke sumber pendanaan.

Perusahaan menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar rebranding semata, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadi pemain signifikan di sektor energi bersih. Ke depannya, SOFA akan fokus pada pengembangan proyek waste to energy, penelitian teknologi terbarukan, serta pembangunan infrastruktur pendukung yang sesuai standar global.

Langkah transformasi ini mendapat sambutan positif dari kalangan investor. Dengan dukungan manajemen yang solid dan strategi bisnis yang terfokus, SOFA diprediksi mampu memanfaatkan peluang di sektor energi terbarukan secara optimal. Para pemegang saham diharapkan dapat melihat potensi pertumbuhan yang lebih stabil dan prospektif dibandingkan lini bisnis sebelumnya.

Seiring dengan perubahan nama menjadi Solusi Environment Asia, perusahaan menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dan inovasi. Proyek-proyek waste to energy yang sedang dijajaki diharapkan bisa menjadi pionir dalam menghadirkan solusi energi alternatif berbasis limbah di Indonesia, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mengurangi sampah dan meningkatkan kontribusi energi bersih.

Dengan langkah-langkah ini, SOFA tidak hanya mengubah identitas dan alamat, tetapi juga menegaskan arah bisnis baru yang lebih ramah lingkungan, berbasis teknologi, dan sejalan dengan tren global. Transformasi ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan untuk memperluas cakupan bisnis, membangun reputasi di sektor energi hijau, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta masyarakat luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index