Cara Aman Cek Penerima BPNT 2026 Resmi Pemerintah agar Terhindar dari Hoaks dan Penipuan

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:55:16 WIB
Cara Aman Cek Penerima BPNT 2026 Resmi Pemerintah agar Terhindar dari Hoaks dan Penipuan

JAKARTA - Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali menjadi perhatian masyarakat pada 2026, terutama bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengandalkan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.

Di tengah tingginya minat masyarakat, informasi mengenai cara cek penerima BPNT perlu dipahami secara benar agar bantuan dapat diakses dengan aman dan tepat.

Kesalahan dalam memperoleh informasi kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks hingga melakukan penipuan. Oleh karena itu, memahami mekanisme pengecekan resmi sekaligus mengenali modus penipuan menjadi langkah penting bagi calon penerima.

BPNT sendiri disalurkan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau agen resmi yang telah ditunjuk pemerintah. Pada periode Januari hingga Maret 2026, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000.

Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Pada 2026, penerima BPNT berasal dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 4, sehingga pengecekan status menjadi krusial untuk memastikan kelayakan penerima.

Kriteria dan Skema Penyaluran BPNT 2026

Sebelum melakukan pengecekan, masyarakat perlu memahami kriteria penerima BPNT agar tidak salah persepsi. Program ini menyasar keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan data DTKS yang terus diperbarui oleh pemerintah.

BPNT disalurkan secara non-tunai melalui kartu atau akun elektronik yang hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan tertentu. Skema ini bertujuan memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukannya, sekaligus mendorong akses pangan bergizi bagi keluarga penerima.

Pemerintah menyediakan kanal resmi untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta mencegah penyalahgunaan data. Melalui kanal ini, masyarakat dapat mengecek status kepesertaan secara mandiri tanpa perantara.

Cara Cek Penerima BPNT 2026 Melalui Kanal Resmi

Untuk memudahkan masyarakat, pemerintah menyediakan dua jalur resmi pengecekan status penerima BPNT. Keduanya dirancang agar mudah diakses dan aman digunakan.

1. Cek BPNT melalui situs resmi Kemensos

Buka browser di ponsel atau laptop, lalu kunjungi laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.

Isi data wilayah sesuai KTP, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.

Masukkan nama lengkap sesuai KTP pada kolom yang tersedia.

Ketik kode keamanan (captcha) yang muncul di layar. Jika kurang jelas, kode bisa diperbarui.

Klik tombol “Cari Data” dan tunggu hasil pencarian.

Jika terdaftar sebagai penerima, sistem akan menampilkan informasi lengkap seperti nama, umur, jenis bantuan BPNT, status kepesertaan, serta periode penyaluran Januari–Maret 2026.

2. Cek BPNT melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos

Unduh aplikasi “Cek Bansos” melalui Play Store atau App Store.

Buat akun menggunakan NIK dan KK, lalu tunggu proses verifikasi 1–3 hari.

Login ke aplikasi dan pilih menu “Cek Bansos”.

Masukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP.

Ikuti proses verifikasi keamanan dan tekan tombol “Cari Data”.

Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk memantau status bantuan secara berkala langsung dari ponsel.

Modus Hoaks dan Penipuan BPNT yang Perlu Diwaspadai

Tingginya minat terhadap bansos kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital. Beberapa modus penipuan yang sering muncul perlu dikenali sejak awal.

Modus yang umum terjadi antara lain:

Pesan palsu melalui WhatsApp, SMS, atau media sosial, berisi tautan verifikasi atau janji pencairan cepat.

Situs web palsu yang tampilannya menyerupai portal resmi, namun meminta data pribadi atau kode OTP.

Penelepon yang mengaku petugas, meminta NIK, nomor rekening, PIN ATM, atau kode OTP.

Penawaran pendaftaran berbayar, dengan dalih biaya administrasi atau aktivasi bantuan.

Perlu dipahami bahwa seluruh layanan bantuan sosial bersifat gratis dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

Tips Aman Menghindari Penipuan BPNT 2026

Agar tidak menjadi korban penipuan, masyarakat disarankan menerapkan langkah-langkah pencegahan berikut:

Selalu verifikasi informasi ke kanal resmi, baik melalui situs cekbansos maupun aplikasi resmi Kemensos.

Jangan membagikan data pribadi dan keuangan, termasuk PIN ATM, kode OTP, atau foto KTP kepada siapa pun.

Waspada terhadap tautan mencurigakan, terutama yang tidak menggunakan domain resmi pemerintah.

Simpan kartu bantuan dan dokumen penting di tempat aman, serta ganti PIN secara berkala.

Segera laporkan indikasi penipuan melalui Call Center 171, layanan pengaduan Kemensos, atau platform SP4N LAPOR!.

Dengan kewaspadaan dan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memastikan hak bantuan diterima dengan aman tanpa risiko penipuan.

Terkini

BRI Super League Soroti Perjuangan Menit Bermain Supriadi

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:44 WIB

BNI Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:44 WIB

Reformasi Pasar Modal Perkuat Kepercayaan Investor

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB

Kolaborasi AI Dorong Optimisme Pasar Modal Global

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB

OJK Perkuat Tata Kelola Inovasi Keuangan Digital

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB