Kemenkes

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis, Pemeriksaan Scabies hingga Frambusia Kini Masuk Layanan

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis, Pemeriksaan Scabies hingga Frambusia Kini Masuk Layanan
Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis, Pemeriksaan Scabies hingga Frambusia Kini Masuk Layanan

JAKARTA - Upaya pemerintah memperkuat layanan kesehatan preventif terus mengalami pengembangan.

Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kementerian Kesehatan kini menambah cakupan pemeriksaan dengan memasukkan sejumlah penyakit menular yang masih ditemukan di masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan layanan dengan pola penyakit terkini sekaligus memperkuat deteksi dini.

Penambahan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan mudah diakses. Dengan perluasan jenis pemeriksaan, masyarakat diharapkan semakin terbantu dalam mengenali kondisi kesehatannya sejak awal, sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Penyakit Scabies, Kusta, dan Frambusia Masuk Layanan CKG

Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa terdapat beberapa tambahan pemeriksaan dalam pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) saat ini. Penambahan ini dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap pola penyakit yang masih ditemukan di berbagai wilayah.

“Ada beberapa penambahan pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan pola penyakit yang ada dan juga temuannya. Makanya ada penambahan pemeriksaan untuk scabies, kusta dan frambusia,” kata Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia di Puskesmas Cilandak, Jakarta, Selasa.

Masuknya pemeriksaan scabies, kusta, dan frambusia dinilai penting karena penyakit-penyakit tersebut masih dijumpai di sejumlah daerah, terutama di lingkungan dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Melalui skrining dalam CKG, potensi penularan dapat ditekan sejak dini.

Melengkapi Daftar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Tambahan pemeriksaan tersebut melengkapi layanan CKG yang sebelumnya sudah mencakup berbagai aspek kesehatan dasar hingga lanjutan. Pemeriksaan yang telah tersedia meliputi tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, kolesterol atau lemak darah, EKG atau pemeriksaan jantung, serta pemeriksaan mata, telinga, dan gigi.

Selain itu, program CKG juga mencakup skrining kesehatan jiwa sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh terhadap kesehatan masyarakat. Dengan penambahan pemeriksaan penyakit kulit dan infeksi tertentu, CKG kini semakin komprehensif dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan.

Kementerian Kesehatan menilai bahwa pemeriksaan menyeluruh ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya secara utuh, tidak hanya berfokus pada penyakit yang sudah bergejala berat.

CKG Didorong Rutin dan Lebih Dekat dengan Aktivitas Masyarakat

Lucia Rizka Andalusia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis secara rutin, tidak hanya sekali. Pemeriksaan tahunan dinilai penting untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi perubahan sejak dini.

“Masyarakat kita minta untuk tidak hanya sekali saja (melakukan CKG), tapi setiap tahun agar diulang. CKG hadir di tempat masyarakat beraktivitas. Artinya bukan hanya harus ke puskesmas saja, bisa di tempat kerja, sekolah, kemudian tempat-tempat organisasi berkumpul dan sebagainya itu bisa dilakukan CKG. Jadi lebih mudah dan gratis,” katanya.

Pendekatan ini bertujuan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Dengan menghadirkan CKG di berbagai lokasi aktivitas, hambatan jarak dan waktu diharapkan dapat diminimalkan sehingga semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan ini.

Deteksi Dini dan Tindak Lanjut Pengobatan

Melalui Program CKG, masyarakat tidak hanya memperoleh hasil pemeriksaan, tetapi juga diarahkan pada tindak lanjut yang diperlukan. Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan, peserta akan langsung dirujuk ke layanan lanjutan.

“Kalau misal ada yang tensinya tinggi, langsung selanjutnya diarahkan untuk konsul ke poli dan diberikan obat langsung jika memang memerlukan obat. Tata laksananya demikian,” kata Lucia Rizka Andalusia.

Skema ini memungkinkan proses penanganan berlangsung lebih cepat dan terintegrasi. Deteksi dini diharapkan dapat menekan angka komplikasi dan beban pengobatan jangka panjang, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Capaian Nasional dan Arah Kebijakan Preventif

Pada Selasa, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Cilandak, Jakarta, dalam rangka satu tahun pelaksanaan program tersebut.

Selama tahun 2025, tercatat penerima manfaat program ini telah mencapai lebih dari 70 juta orang di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis dan mudah diakses.

“Alhamdulillah sudah lebih dari 70 juta rakyat Indonesia yang sudah menikmati layanan kesehatan gratis ini,” kata Pratikno.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimulai sejak 10 Februari 2025. Program ini menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mengubah pendekatan layanan kesehatan dari kuratif atau mengobati menjadi preventif atau pencegahan.

Dengan perluasan jenis pemeriksaan dan jangkauan layanan, pemerintah berharap kualitas kesehatan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan melalui upaya pencegahan yang lebih kuat dan merata.

Kalau mau, saya bisa:

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index