Kredit Investasi Jadi Motor Utama Pertumbuhan Kredit Perbankan Nasional

Senin, 26 Januari 2026 | 15:58:26 WIB
Kredit Investasi Jadi Motor Utama Pertumbuhan Kredit Perbankan Nasional

JAKARTA - Pergerakan kredit perbankan menunjukkan dinamika baru menjelang akhir periode pelaporan. 

Fokus pertumbuhan tidak lagi bertumpu pada seluruh segmen, melainkan mengerucut pada kredit investasi.

Data otoritas moneter memperlihatkan akselerasi yang semakin jelas. Kredit investasi tampil dominan dibandingkan jenis kredit lainnya.

Kondisi ini menandai pergeseran struktur pembiayaan. Perbankan mulai lebih agresif menyalurkan kredit berjangka panjang.

Kinerja Kredit Investasi yang Melesat

Kredit investasi mencatat pertumbuhan tahunan 21,06 persen pada akhir periode. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 17,98 persen.

Jika ditarik ke periode sebelumnya, laju tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan capaian akhir periode sebelumnya yang berada di level 13,86 persen. Tren ini menunjukkan akselerasi konsisten.

Lonjakan tersebut menjadi indikator kuat membaiknya permintaan pembiayaan jangka panjang. Dunia usaha kembali meningkatkan rencana ekspansi.

Perbandingan dengan Pertumbuhan Kredit Total

Di sisi lain, total kredit perbankan tumbuh 9,69 persen secara tahunan. Capaian ini membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya meningkat 7,74 persen.

Meski demikian, laju kredit total masih tertahan oleh kinerja kredit lain. Kredit modal kerja dan kredit konsumsi belum menunjukkan pemulihan serupa.

Dengan kondisi tersebut, kredit investasi berperan sebagai penopang utama. Tanpa dorongan segmen ini, pertumbuhan kredit akan jauh lebih moderat.

Peran Kebijakan dan Optimisme Dunia Usaha

Ekonom CELIOS Nailul Huda menilai pemulihan kredit investasi tidak terjadi secara kebetulan. Faktor kebijakan pemerintah menjadi pendorong penting.

Ia menilai optimisme pelaku usaha mulai kembali seiring kepastian program prioritas. Hal ini mendorong kebutuhan pembiayaan jangka panjang.

“Pemulihan kredit investasi didorong oleh kebijakan pemerintah serta meningkatnya optimisme dunia usaha,” ujar Nailul Huda.

Dampak Program Makan Bergizi Gratis

Lonjakan kredit investasi berkaitan erat dengan perluasan program makan bergizi gratis. Program ini meningkatkan kebutuhan pembiayaan di berbagai lini.

Kebutuhan tersebut mencakup pembangunan dapur produksi, pengadaan logistik, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Semua memerlukan investasi berjangka panjang.

Selain itu, indikator aktivitas usaha turut menguat. Purchasing Managers’ Index manufaktur Indonesia kembali menunjukkan fase ekspansi.

Tantangan Keberlanjutan dan Diversifikasi Kredit

Menurut Huda, sektor penyediaan makanan dan minuman menjadi kontributor utama. Sektor logistik dan industri pendukung juga berperan signifikan.

Meski demikian, ia mengingatkan pemulihan ini belum sepenuhnya berkelanjutan. Ketergantungan pada belanja pemerintah masih cukup tinggi.

Ke depan, perbankan disarankan mendiversifikasi kredit investasi. Penyaluran perlu diarahkan ke sektor produktif lain yang lebih berdaya saing.

Terkini