JAKARTA - Upaya penguatan literasi keuangan kembali digelar melalui sinergi antarlembaga di Sulawesi Tenggara.
Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia serta Kementerian Agama Kota Kendari.
Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Kementerian Haji Kota Kendari pada Rabu, 21 Januari.
Program ini dirancang sebagai sarana edukasi terstruktur. Fokusnya memberikan pemahaman investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Peningkatan Kapasitas ASN sebagai Sasaran Strategis
Edukasi pasar modal syariah ini diikuti oleh 76 aparatur sipil negara. Peserta berasal dari lingkungan Kementerian Agama Kota Kendari.
Pemilihan ASN sebagai sasaran dinilai strategis. ASN diharapkan menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kerja dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan dasar pasar modal syariah. Tujuannya agar keputusan investasi dilakukan secara bijak.
Tren Positif Pertumbuhan Investor Daerah
Manajer Madya OJK Sulawesi Tenggara, Desiyani Patra Rapang, menyampaikan bahwa minat investasi masyarakat terus meningkat. Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan jumlah investor.
Per November, jumlah investor di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai 157.693 rekening. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Secara tahunan, pertumbuhan investor mencapai 40,68 persen. Tren ini mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat di sektor keuangan.
Pentingnya Kesadaran Risiko dalam Berinvestasi
Meski pertumbuhan investor dinilai positif, Desiyani mengingatkan pentingnya pemahaman risiko. Partisipasi yang tinggi perlu diimbangi literasi memadai.
“Pertumbuhan investor yang signifikan di Sulawesi Tenggara merupakan sinyal positif bagi penguatan inklusi keuangan daerah,” ujar Desiyani. Namun, kehati-hatian tetap menjadi kunci.
Masyarakat diimbau menerapkan prinsip 2L sebelum berinvestasi. Prinsip tersebut meliputi Legal dan Logis sebagai dasar pengambilan keputusan.
Ancaman Investasi Ilegal dan Data Kerugian
Penerapan prinsip 2L dinilai penting untuk menghindari investasi ilegal. Modus yang sering muncul antara lain skema ponzi dan duplikasi nama perusahaan.
Data Indonesia Anti-Scam Centre mencatat kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal di Sulawesi Tenggara mencapai Rp21,8 miliar. Angka ini menjadi peringatan serius.
Kota Kendari menjadi wilayah dengan laporan tertinggi. Tercatat 579 aduan dengan total kerugian mencapai Rp10,7 miliar.
Dukungan Lembaga dan Harapan Ke Depan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, Hj. Marni, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia mendukung peningkatan literasi keuangan syariah bagi ASN.
Sementara itu, Kepala Kantor BEI Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, menegaskan kehalalan instrumen pasar modal syariah. Seluruhnya berada di bawah pengawasan DSN-MUI.
Sinergi antarlembaga diharapkan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. Pemerintah juga terus mendorong akses keuangan melalui program TPAKD.