JAKARTA - Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan degradasi lahan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan komitmen lingkungan melalui aksi nyata penanaman pohon.
Hingga Desember 2025, PNM telah menanam 374.839 pohon di berbagai wilayah Indonesia, mendukung Hari Gerakan Satu Juta Pohon serta Gerakan Nasional Penanaman Satu Miliar Pohon (GNP-SMP). Aksi ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah strategis untuk menstabilkan tanah, menyerap karbon, dan memberikan nilai sosial-ekonomi bagi masyarakat lokal.
Penanaman pohon menjadi kebutuhan mendesak untuk memulihkan lingkungan, mengingat peningkatan emisi karbon, degradasi lahan, dan risiko bencana seperti banjir dan abrasi. Pohon memiliki peran penting: menstabilkan tanah, menyerap CO₂, menjaga ketersediaan air, dan mendukung keanekaragaman hayati. Selain manfaat ekologis, pohon juga memberi dampak sosial dan ekonomi, termasuk menjadi sumber pangan dan mata pencaharian bagi masyarakat sekitar.
Sejak 1993, Pemerintah Indonesia menetapkan 10 Januari sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Menyikapi hal tersebut, PNM melalui program PNM Hijaukan Negeri memperluas kontribusi nyata dalam gerakan penghijauan nasional. Hingga akhir 2025, total pohon yang telah ditanam mencapai 374.839, dengan potensi menyerap lebih dari 8.900 ton CO₂. Angka ini terdiri dari 287.761 pohon di 67 lokasi sepanjang 2024, serta tambahan 87.078 pohon pada 2025.
Program ini sejalan dengan tujuan GNP-SMP, yakni meningkatkan tutupan vegetasi nasional dan memulihkan lahan kritis, sehingga dapat menekan dampak perubahan iklim dan memperkuat ketahanan lingkungan. PNM menyesuaikan jenis pohon dengan karakteristik ekologi tiap wilayah. Di pesisir, ditanam mangrove dan cemara laut; di lahan basah, rambai dan jelutung rawa; sementara di ruang publik, glodokan, trembesi, tabebuya, jambu mete, dan akar wangi menjadi pilihan.
Tidak hanya pohon konservasi, PNM juga menanam pohon produktif seperti mangga, alpukat, durian, pala, kakao, dan kopi. Strategi ini sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal, mencerminkan semangat GNP-SMP yang mendorong keterlibatan komunitas dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan penanaman dilaksanakan bersama masyarakat lokal dan nasabah PNM, menjadikannya gerakan kolektif yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman beragam jenis pohon ini diharapkan meningkatkan kualitas udara, memperbaiki ekosistem pesisir, serta menyediakan perlindungan alami dari banjir dan abrasi.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari visi pemberdayaan PNM. “Kami meyakini bahwa pemberdayaan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Melalui PNM Hijaukan Negeri, kami ingin memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus bagi ekosistem yang menopang kehidupan,” ujarnya.
Kontribusi PNM tidak hanya mendukung keberhasilan GNP-SMP dan memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Dengan demikian, program ini tidak sekadar aksi penghijauan, tetapi juga langkah strategis untuk mendorong terciptanya bumi yang lebih asri dan berkelanjutan.
PNM menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Setiap pohon yang ditanam bukan hanya menyerap karbon, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan. Program PNM Hijaukan Negeri menjadi bukti nyata bahwa sektor ekonomi dan lingkungan dapat berjalan seiring, menciptakan dampak positif bagi generasi sekarang dan yang akan datang.