JAKARTA - Upaya memperluas akses pembiayaan perumahan terus diperkuat oleh perbankan nasional.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat di sektor perumahan mencapai Rp8 triliun pada 2026. Target tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan usaha di sektor perumahan.
Target tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI setelah pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. Pertemuan tersebut membahas penguatan pembiayaan sektor perumahan. BRI menilai sektor ini memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi lokal.
“Kita target KUR perumahan tahun ini mencapai Rp8 triliun,” ucap Hery. Pernyataan ini menegaskan komitmen BRI terhadap penguatan pembiayaan sektor perumahan. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha perumahan.
Strategi Jaringan Cabang BRI
BRI telah menyiapkan strategi agar target penyaluran KUR perumahan dapat terealisasi sepenuhnya. Salah satu andalan utama adalah jaringan kantor cabang yang tersebar luas hingga wilayah perdesaan. Jaringan ini dinilai menjadi modal penting untuk menjangkau pelaku usaha di tingkat lokal.
Keberadaan kantor cabang di berbagai daerah memperkuat penetrasi pembiayaan perumahan. BRI memanfaatkan kedekatan cabang dengan masyarakat setempat. Pendekatan ini memudahkan bank menjangkau pelaku usaha perumahan di daerah.
Hery menambahkan bahwa jaringan yang menjangkau perdesaan memudahkan BRI mengejar target. Akses yang luas membuat proses penyaluran pembiayaan lebih efektif. Strategi ini diharapkan meningkatkan serapan KUR perumahan secara merata.
Optimalisasi Cross Selling Nasabah
Selain jaringan cabang, BRI juga memaksimalkan strategi penawaran produk kepada nasabah eksisting. Skema cross selling diterapkan untuk mendorong pemanfaatan KUR perumahan. Pendekatan ini memanfaatkan basis nasabah yang telah memiliki rekening.
“Organisasi BRI itu kan besar. Ada kantor pusat, ada regional office, ada area office, dan juga ada cabang-cabang. Ya nanti dari sebagian nasabah yang ada di masing-masing cabang ini kan bisa cross selling,” sebutnya. Pernyataan tersebut menggambarkan kekuatan struktur organisasi BRI. Strategi ini diharapkan mempercepat realisasi target pembiayaan.
Pemanfaatan jaringan organisasi memungkinkan koordinasi yang lebih efektif. Setiap unit dapat berperan aktif menawarkan produk KUR perumahan. Pendekatan terintegrasi ini mendukung pertumbuhan penyaluran pembiayaan.
Dukungan Kebijakan Pembiayaan Pemerintah
Pemerintah telah mengalokasikan dana khusus untuk KUR sektor perumahan. Alokasi ini berada di luar anggaran KUR untuk UMKM. Kebijakan tersebut memperkuat peluang penyaluran pembiayaan perumahan.
“Angka Rp300 triliun itu tidak termasuk Rp130 triliun yang (KUR sektor) perumahan,” ujar Airlangga. Pernyataan ini menegaskan adanya alokasi terpisah bagi sektor perumahan. Dukungan kebijakan ini diharapkan mempercepat realisasi pembiayaan.
Pada tahap awal, perbankan didorong menyalurkan KUR perumahan kepada UMKM. Target awal penyaluran ditetapkan sebesar Rp28 triliun pada kuartal pertama 2026. Langkah ini menjadi pijakan awal untuk mendorong sektor usaha perumahan.
Penguatan Skema Penjaminan Kredit
Seiring alokasi KUR perumahan, pengaturan penjaminan kredit UMKM perumahan akan dibahas lebih lanjut. Pembahasan melibatkan lembaga penjaminan kredit dan perbankan. Tujuannya memastikan skema penjaminan berjalan efektif.
“Kemudian juga kami dorong untuk kegiatan-kegiatan yang terkait dengan penjaminan KUR, baik itu oleh Askrindo, Jamkrindo, itu mereka minta untuk setiap program, ada perbedaan fee-nya, itu untuk dibahas secara business to business antara perbankan dengan Jamkrindo, Askrindo,” lanjut Airlangga. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kesepakatan teknis antar pihak terkait. Pengaturan tersebut diharapkan memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan.
Dengan dukungan jaringan BRI dan kebijakan pemerintah, target penyaluran KUR perumahan diharapkan tercapai. Sinergi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan program ini. Pembiayaan perumahan yang kuat diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.