JAKARTA - Kemasan makanan anak yang menarik sering kali memberi kesan aman dan menyehatkan.
Namun di balik tampilan tersebut, terdapat kandungan gula yang kerap disamarkan melalui istilah lain. Kondisi ini menuntut kewaspadaan orang tua dalam memilih makanan untuk anak.
Kandungan gula tersembunyi dapat ditemukan pada berbagai produk yang dikonsumsi anak setiap hari. Tanpa disadari, asupan ini berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan anak. Oleh karena itu, membaca label pangan menjadi langkah penting.
Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan bahwa label pangan berperan sebagai alat perlindungan. Melalui label, orang tua dapat mengenali komposisi makanan secara lebih jelas. Kesadaran ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan anak sejak dini.
Label Pangan sebagai Benteng Perlindungan Anak
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan pentingnya mencermati label produk pangan. Ia menyebut label sebagai alat proteksi bagi anak dari asupan tidak sehat. Kandungan gula menjadi salah satu komponen utama yang perlu diwaspadai.
“Label adalah alat untuk proteksi atau melindungi anak-anak kita dari asupan makanan yang tidak sehat atau bikin mereka menjadi sakit secara perlahan-lahan. Kemudian dari sisi komposisi bahan di label itu, biasanya ada banyak tertulis di situ yang harus kita waspadai adalah kandungan gula terutama,” kata Piprim.
Ia menjelaskan bahwa produk turunan gula kini semakin beragam dan kompleks. Hal ini membuat orang tua kesulitan memahami kandungan sebenarnya. Oleh karena itu, ketelitian membaca label sangat diperlukan.
Gula Tersamar dan Risiko Ultraprocessed Food
Piprim mengingatkan bahwa gula sering kali disamarkan dalam berbagai istilah lain. Produk turunan gula tersebut dapat menjadikan makanan termasuk kategori ultraprocessed food. Jenis makanan ini telah terbukti berisiko menimbulkan penyakit.
Ultraprocessed food perlu diberikan dengan sangat hati-hati kepada anak. Konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap efeknya.
“Di piramida yang terbaru dari Amerika Serikat, kita sudah melihat bagaimana ultraprocessed food ini menjadi jenis makanan yang perlu diwaspadai dan diberikan dengan hati-hati kepada anak-anak kita karena,” kata Piprim. Pernyataan ini menegaskan urgensi kewaspadaan orang tua.
Mewaspadai Klaim dan Informasi pada Produk Anak
Selain kandungan gula, klaim pada kemasan juga perlu diperhatikan. Istilah seperti tanpa gula tambahan atau total gula dapat menimbulkan salah tafsir. Orang tua perlu memahami makna setiap klaim tersebut.
Klaim produk sebagai suplemen juga tidak selalu menjamin keamanan. Kandungan gula tetap dapat tersembunyi di dalamnya. Oleh karena itu, informasi komposisi harus dibaca secara menyeluruh.
Kecermatan ini membantu orang tua membuat keputusan yang lebih bijak. Anak akan terlindungi dari asupan berlebihan yang berisiko. Kesadaran ini menjadi langkah awal pencegahan penyakit.
Memilih Makanan Demi Kesehatan Anak Masa Depan
Piprim menjelaskan bahwa berbagai masalah kesehatan pada anak dapat berkaitan dengan pola makan. Obesitas, sindrom metabolik, hipertensi, dislipidemia, dan gula darah tinggi dapat muncul sejak usia muda. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh makanan dan gaya hidup tidak sehat.
"Memilih atau mencermati label makanan anak-anak kita adalah salah satu upaya kita semua, termasuk orang tua untuk melindungi anak-anak dari kemungkinan tertular, terdampak penyakit akibat gaya hidup atau lifestyle diseases yang sebetulnya bisa dicegah salah satunya dengan mencermati apa yang dikonsumsi oleh anak-anak kita," katanya.
Ia juga mengajak orang tua kembali pada pola konsumsi real food. Makanan alami dinilai lebih aman dan menyehatkan bagi tumbuh kembang anak. “Tentu saja real food adalah yang terbaik supaya anak-anak kita tumbuh dengan sehat,” tutupnya.