JAKARTA - Event olahraga kini tidak lagi dipandang sebatas ajang kompetisi, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
POCARI SWEAT Run 2026 menjadi salah satu contoh konkret bagaimana olahraga dapat menghadirkan dampak luas bagi berbagai sektor.
Ajang lari berskala besar ini mempertemukan semangat sportivitas dengan potensi destinasi wisata, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai tujuan wisata olahraga. Ribuan peserta yang terlibat menciptakan pergerakan ekonomi yang signifikan di daerah penyelenggara.
Momentum ini menegaskan bahwa integrasi olahraga dan pariwisata merupakan peluang besar yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan dan profesional.
Event Olahraga Sebagai Penggerak Pariwisata Nasional
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai POCARI SWEAT Run 2026 sebagai contoh ideal event olahraga yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Menurutnya, kegiatan ini memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Event ini tidak hanya menarik ribuan pelari, tetapi juga menghadirkan multiplier effect bagi sektor pariwisata, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga usaha kerajinan lokal,” kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta.
Dampak tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.
Wisata Olahraga Dan Dampak Ekonomi Berkelanjutan
Dalam konferensi pers bertajuk “Press Conference POCARI SWEAT Run 2026” di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Ni Luh menegaskan bahwa ajang ini menjadi bukti nyata efektivitas wisata olahraga sebagai penggerak ekonomi.
Peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga lari dinilai menjadi faktor utama kesuksesan event ini. Sejak pertama kali digelar pada 2014 dengan 5.150 peserta, jumlahnya meningkat signifikan hingga mencapai 55.435 peserta pada 2025 saat dilaksanakan secara hibrid.
Tren tersebut mencerminkan besarnya potensi olahraga lari sebagai magnet wisata sekaligus peluang ekonomi yang terus berkembang di Indonesia.
Penguatan Citra Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism
Ni Luh Puspa juga menyampaikan bahwa event olahraga berskala besar yang dikemas secara profesional dapat memperkuat nation branding Indonesia. Ajang seperti POCARI SWEAT Run dinilai mampu menempatkan Indonesia dalam peta global wisata olahraga.
Hal ini diyakini dapat menarik minat kunjungan wisatawan untuk datang dan berpartisipasi dalam berbagai event olahraga di Tanah Air. Kehadiran peserta dari berbagai daerah bahkan luar negeri memperluas jangkauan promosi destinasi.
“Dalam satu event, peserta setidaknya akan tinggal selama tiga hari atau bahkan lebih. Jika terjadi pergerakan peserta dari satu kota ke kota lain, mereka juga dihitung sebagai wisatawan. Dampak ekonominya tentu akan sangat besar,” katanya.
Keunikan Lombok Dan Bandung Sebagai Lokasi Penyelenggaraan
Wamenpar mengapresiasi pemilihan Lombok dan Bandung sebagai lokasi POCARI SWEAT Run 2026. Kedua daerah tersebut dinilai memiliki karakter berbeda yang saling melengkapi dalam memberikan pengalaman bagi peserta.
Lombok dikenal dengan kekuatan budaya dan keindahan alamnya yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Sementara itu, Bandung merepresentasikan kota urban yang dinamis dengan kreativitas dan gaya hidup modern.
Perpaduan dua karakter ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pelari sekaligus memperkuat daya tarik destinasi wisata yang diusung dalam event tersebut.
Harapan Rangkaian Event Lari Bertaraf Internasional
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berharap Indonesia ke depan memiliki rangkaian ajang lari berskala internasional di berbagai kota besar. Menurutnya, konsep tersebut telah berhasil diterapkan di banyak negara.
“Di dunia internasional, banyak pelari berlomba mengumpulkan medali major marathon seperti New York Marathon, Tokyo Marathon, dan Berlin Marathon. Saya berharap Indonesia juga memiliki rangkaian serupa, mungkin di lima kota,” ujar Erick.
Ia menilai langkah tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di kancah wisata olahraga global.
POCARI SWEAT Run 2026 dijadwalkan berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 11–12 Juli dan di Bandung, Jawa Barat pada 19–20 September. Penyelenggara menargetkan partisipasi sekitar 60.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendaftaran peserta akan dibuka pada 27 Januari untuk lokasi Lombok dan 2 Februari untuk lokasi Bandung, seiring dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap ajang olahraga lari berskala nasional.