Pelni

Pelni Siapkan Peremajaan Armada Penumpang, Enam Kapal Usia Tua Diganti Bertahap hingga 2030

Pelni Siapkan Peremajaan Armada Penumpang, Enam Kapal Usia Tua Diganti Bertahap hingga 2030
Pelni Siapkan Peremajaan Armada Penumpang, Enam Kapal Usia Tua Diganti Bertahap hingga 2030

JAKARTA - Upaya menjaga kesinambungan layanan transportasi laut nasional terus dilakukan PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero (Pelni). 

Di tengah tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, Pelni memandang peremajaan armada sebagai langkah strategis yang tidak bisa ditunda. Hingga 2030, perusahaan pelayaran pelat merah ini menargetkan penggantian enam kapal penumpang lama demi memastikan operasional tetap andal, aman, dan efisien.

Langkah tersebut bukan sekadar pembaruan fisik armada, melainkan bagian dari strategi jangka menengah Pelni untuk menjaga kualitas layanan publik. Kapal-kapal yang akan diganti diketahui telah beroperasi lebih dari tiga dekade, sehingga secara teknis memerlukan pembaruan agar tidak menimbulkan risiko operasional di masa depan.

Kapal Baru untuk Mengganti Armada Usia Tua

Direktur Utama Pelni Tri Andayani menegaskan bahwa program peremajaan armada tidak ditujukan untuk menambah jumlah kapal penumpang yang dioperasikan perusahaan. Fokus utama Pelni adalah mengganti kapal lama dengan unit baru yang memiliki performa lebih baik.

“Enam kapal ini disiapkan sebagai pengganti kapal lama, bukan untuk menambah jumlah kapal,” kata Tri dalam acara Evaluasi Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Rencana Kerja Pelni 2026 di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, kapal-kapal yang telah berusia di atas 30 tahun membutuhkan perhatian ekstra dalam hal perawatan dan keselamatan. Jika tidak segera diganti, risiko gangguan operasional akan semakin tinggi dan berpotensi mengganggu kelancaran layanan angkutan laut nasional, terutama pada rute-rute padat penumpang.

Tahapan Pengadaan Dilakukan Bertahap

Peremajaan armada Pelni dirancang berlangsung secara bertahap dalam periode 2025 hingga 2030. Saat ini, perusahaan telah memulai proses awal pengadaan tiga kapal penumpang yang sudah memasuki tahap desain pada periode 2025–2026.

Tri menjelaskan bahwa pendekatan bertahap dipilih agar proses pengadaan dapat disesuaikan dengan kesiapan internal perusahaan, kondisi keuangan, serta kebijakan pemegang saham. Dengan demikian, proyek peremajaan tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas operasional Pelni.

Penggantian kapal dinilai sebagai kebutuhan strategis, tidak hanya untuk menjaga keselamatan pelayaran, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang. Kapal baru nantinya diharapkan mampu melayani rute-rute dengan permintaan tinggi secara lebih optimal.

Besaran Investasi dan Skema Pendanaan

Dalam rencana tersebut, Pelni memperkirakan kebutuhan investasi untuk enam kapal pengganti mencapai sekitar Rp10,8 triliun. Nilai investasi ini masih akan dibahas lebih lanjut bersama para pemegang saham, mengingat besarnya dana yang dibutuhkan.

“Skema pendanaannya masih kami bahas, termasuk opsi PMN (Penyertaan Modal Negara) maupun pembiayaan alternatif agar tidak membebani kinerja keuangan perusahaan,” ujarnya.

Tri menekankan bahwa tanpa peremajaan, biaya perawatan kapal lama justru akan semakin besar dan berpotensi membebani keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Selain itu, meningkatnya risiko gangguan operasional dapat berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat.

Saat ini, Pelni mengoperasikan total 25 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 8 kapal tol laut, 18 kapal rede, serta 1 kapal ternak yang melayani berbagai wilayah kepulauan di Indonesia. Armada tersebut menjadi tulang punggung konektivitas laut nasional, khususnya di daerah terpencil dan terluar.

Spesifikasi Kapal Disesuaikan dengan Kondisi Indonesia

Selain persoalan usia kapal, Pelni juga mempertimbangkan kesiapan galangan dan spesifikasi teknis kapal pengganti. Desain kapal akan disesuaikan dengan karakteristik pelabuhan dan kondisi perairan Indonesia yang beragam.

Perusahaan turut memperhitungkan aspek efisiensi energi serta biaya operasional agar kapal baru lebih ramah lingkungan dan ekonomis dalam jangka panjang. Hal ini sejalan dengan upaya Pelni untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi energi.

Tri menambahkan bahwa peremajaan armada merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga konektivitas laut nasional secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan layanan tetap berjalan dengan standar keselamatan dan kenyamanan yang baik,” ungkapnya.

Pelni memastikan seluruh rencana peremajaan armada akan diselaraskan dengan penugasan pemerintah serta kondisi keuangan perusahaan. Dengan langkah ini, Pelni berharap dapat terus menjadi tulang punggung transportasi laut nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan pelayaran yang aman, nyaman, dan andal di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index