Grab Dorong UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos 2026, Bawa Cita Rasa Nusantara

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:51:26 WIB
Grab Dorong UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos 2026, Bawa Cita Rasa Nusantara

JAKARTA - Grab Indonesia membawa satu nama UMKM kopi lokal, Coffeenatics, ke panggung global Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Langkah ini bukan sekadar soal mempromosikan minuman kopi, tetapi juga upaya memperkenalkan cita rasa kopi Nusantara di forum ekonomi internasional. Kehadiran Coffeenatics di Paviliun Indonesia menjadi simbol bahwa produk UMKM lokal kini mampu tampil di level dunia.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menilai, keikutsertaan Coffeenatics mencerminkan potensi besar UMKM untuk bertransformasi dan naik kelas. 

Menurutnya, peran teknologi dan kemitraan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. “Ini menegaskan pentingnya peran teknologi dan kemitraan dalam mendorong ekonomi digital yang berkelanjutan, sekaligus membawa pengalaman nyata UMKM Indonesia ke dalam percakapan global,” ujar Neneng.

Kehadiran UMKM di WEF Sejalan dengan Arahan Pemerintah

Partisipasi Coffeenatics di WEF Davos 2026 juga dipandang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperkuat perlindungan sosial dan mendorong ekonomi digital yang inklusif. Grab menyatakan bahwa upaya ini merupakan bagian dari konsistensi mereka dalam mengenalkan potensi UMKM Indonesia ke panggung internasional.

Melalui forum global tersebut, Grab ingin menunjukkan bahwa ekonomi digital berbasis kemitraan dapat tumbuh secara inklusif dengan UMKM sebagai bagian utama dari ekosistem. “Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bagaimana ekonomi digital berbasis kemitraan dapat tumbuh secara inklusif, dengan UMKM sebagai bagian utama dari ekosistem,” ungkap Neneng.

Grab Tidak Hanya Memamerkan Produk, tapi Juga Berpartisipasi dalam Diskusi Global

Selain membawa Coffeenatics, Grab Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam forum WEF Davos 2026 melalui sesi diskusi panel. Neneng Goenadi tampil sebagai pembicara dan membahas peran teknologi dalam mendorong ekonomi digital. Pada kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen Grab untuk memperkuat keamanan dan keselamatan pengguna dalam ekosistemnya.

“Di Indonesia, ekonomi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan yang inklusif hanya dapat terwujud melalui infrastruktur yang kuat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” kata Neneng. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Grab tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga pada pembangunan ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.

Program Pemberdayaan UMKM Jadi Fokus Utama Grab

Dalam pernyataannya, Neneng menegaskan bahwa Grab berkomitmen memberdayakan UMKM melalui akses permodalan, pemanfaatan teknologi, dan edukasi digital berbasis AI. Upaya ini bertujuan agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing di era digital.

“Dengan fondasi tersebut, Grab berkomitmen memberdayakan UMKM melalui akses permodalan, pemanfaatan teknologi, dan edukasi digital berbasis AI agar mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan,” imbuhnya. Dengan dukungan teknologi, UMKM diharapkan bisa meningkatkan kapasitas, efisiensi, dan daya saingnya.

Kolaborasi Menjadi Kunci dalam Mendorong Ekonomi Inklusif

Menurut Neneng, perubahan ekonomi yang nyata dimulai dari pelaku usaha di tingkat akar rumput. Namun, perubahan tersebut hanya akan kuat jika diperkuat melalui sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha, platform digital, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta mitra ekosistem lainnya, Grab berupaya menerjemahkan komitmen terhadap ekonomi inklusif ini ke dalam program-program nyata yang berdampak langsung bagi UMKM di berbagai daerah,” ujarnya. 

Pernyataan ini menunjukkan bahwa program Grab tidak hanya bersifat simbolik, tetapi berorientasi pada dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

Terkini