KAI

Mudik Lebaran 2026: KAI Sumut Sediakan 5.616 Kursi Per Hari, H-45 Dibuka

Mudik Lebaran 2026: KAI Sumut Sediakan 5.616 Kursi Per Hari, H-45 Dibuka
Mudik Lebaran 2026: KAI Sumut Sediakan 5.616 Kursi Per Hari, H-45 Dibuka

JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mengambil langkah antisipatif untuk menjamin kenyamanan perjalanan pulang kampung. 

Dengan menyediakan 5.616 kursi setiap hari, KAI Sumut tidak hanya memperkuat kapasitas angkutan, tetapi juga mengedepankan perencanaan perjalanan yang lebih tertata. 

Penjualan tiket mudik dibuka sejak 25 Januari 2026 dengan skema pemesanan H-45, sehingga masyarakat bisa memesan lebih awal dan menghindari kepanikan saat mendekati hari keberangkatan. 

Kebijakan ini menunjukkan bahwa KAI Sumut berusaha menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan dan pengaturan arus penumpang agar mudik menjadi lebih aman, nyaman, dan terencana.

Kapasitas Harian 5.616 Kursi untuk Rute Favorit

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara menyediakan 5.616 tempat duduk setiap harinya selama masa angkutan Lebaran 2026. Jumlah itu mencakup perjalanan KA jarak jauh favorit, yakni KA Sribilah Utama rute Medan - Rantau Prapat dan KA Putri Deli rute Medan - Tanjungbalai.

Penjualan Tiket Dibuka Sejak 25 Januari

Plt Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo di Medan, Sabtu, mengatakan KAI Sumut resmi membuka penjualan tiket masa angkutan Lebaran 2026 mulai 25 Januari. Melalui skema pemesanan H-45, masyarakat sudah bisa mengamankan tiket mudik untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengelola lonjakan penumpang agar lebih tertib dan terencana. Penjualan tiket akan dibuka secara bertahap setiap harinya mengikuti jadwal keberangkatan yang dipilih.

“KAI Divre I Sumatera Utara ingin memastikan momen pulang kampung menjadi semakin nyaman bagi masyarakat melalui perjalanan yang terencana. Dengan memesan tiket lebih awal, pelanggan tidak hanya mendapat kepastian kursi, tetapi juga lebih santai mengatur waktu perjalanan,” ujar Anwar.

Ia menambahkan bahwa fleksibilitas pemesanan H-45 ini khusus diberikan bagi pengguna KA jarak jauh agar memiliki waktu persiapan yang lebih panjang.

Perbedaan Aturan Pemesanan untuk KA Lokal
Sementara itu, terdapat aturan berbeda bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan kereta api kategori lokal. Tiket perjalanan KA Siantar Ekspres rute Medan - Siantar dan KA Datuk Blambangan rute Tebingtinggi - Lalang hanya dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan.

“Perlu diperhatikan bahwa ada perbedaan masa pemesanan. Kami mengimbau warga jeli melihat rute dan waktu pemesanan agar rencana mudiknya tidak meleset,” tambahnya.

Perbedaan skema pemesanan ini menunjukkan upaya KAI untuk menyesuaikan kapasitas dan kebutuhan masyarakat sesuai jenis layanan, agar tidak terjadi penumpukan penumpang mendekati hari keberangkatan.

Pentingnya Membeli Tiket di Kanal Resmi

Demi keamanan transaksi, KAI meminta calon penumpang hanya membeli tiket melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI atau website resmi booking.kai.id. Langkah ini sangat penting guna menjamin validitas tiket serta menghindarkan masyarakat dari risiko penipuan atau biaya tambahan dari pihak ketiga.

“Melalui persiapan yang lebih tertata, KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan berkesan bagi seluruh pelanggan. Kami sarankan masyarakat rutin mengecek ketersediaan kursi secara berkala agar tidak kehabisan kuota pada tanggal favorit,” katanya.

Optimalkan Sistem Pemesanan untuk Hadapi Lonjakan

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan pihaknya terus berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat, khususnya menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Sebagai langkah proaktif, KAI melakukan peningkatan kapasitas dan optimalisasi Rail Ticketing System (RTS) pada Rabu, 21 Januari 2026, mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat performa seluruh kanal pemesanan tiket, baik Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun KA Lokal, guna memastikan sistem tetap stabil dan responsif saat menghadapi lonjakan transaksi tinggi pada periode pemesanan tiket Lebaran.

Pembaruan infrastruktur itu menggunakan teknologi yang lebih modern agar sistem dapat menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merencanakan mudik dengan lebih mudah dan lancar. Dengan sistem yang lebih tangguh, risiko kendala teknis saat war tiket Lebaran dapat kita minimalkan sehingga aksesibilitas layanan tetap terjaga optimal,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index