PGN

PGN Dorong Penggunaan BBG untuk Kendaraan Harga Stabil Rp 4500 Per Liter

PGN Dorong Penggunaan BBG untuk Kendaraan Harga Stabil Rp 4500 Per Liter
PGN Dorong Penggunaan BBG untuk Kendaraan Harga Stabil Rp 4500 Per Liter

JAKARTA - Pemanfaatan energi alternatif kembali menjadi sorotan di tengah fluktuasi harga energi global. Salah satu langkah yang kini terus didorong adalah penggunaan bahan bakar gas untuk sektor transportasi darat. 

Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan efisiensi biaya, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Di tengah ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, kehadiran bahan bakar gas dinilai mampu memberikan solusi yang lebih stabil dan ramah lingkungan. Dengan harga yang kompetitif serta manfaat teknis bagi kendaraan, penggunaan BBG mulai diposisikan sebagai alternatif yang layak dipertimbangkan oleh masyarakat.

Upaya PGN Dorong Pemanfaatan BBG di Sektor Transportasi

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk terus mendorong penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai energi alternatif untuk kendaraan darat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi energi yang mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengungkapkan bahwa layanan BBG melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

"Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini," kata Fajriyah dalam keterangan tertulis yang disiarkan pada Rabu (1/4/2026).

Harga BBG Stabil dan Lebih Ekonomis

Dari sisi biaya, BBG menawarkan keunggulan yang cukup signifikan dibandingkan bahan bakar minyak non subsidi. Harga BBG dipatok stabil di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas dengan angka Rp 4.500 per Liter Setara Pertalite.

Harga tersebut dinilai lebih kompetitif sehingga mampu membantu menekan biaya operasional kendaraan. Stabilitas harga juga menjadi nilai tambah, terutama di tengah fluktuasi harga energi global yang kerap tidak menentu.

Dengan kondisi ini, penggunaan BBG dapat menjadi pilihan rasional bagi pengguna kendaraan yang ingin menghemat pengeluaran tanpa mengorbankan performa kendaraan.

Ramah Lingkungan dan Baik untuk Mesin Kendaraan

Selain dari sisi ekonomi, BBG juga memiliki keunggulan dalam aspek lingkungan. Fajriyah menyebut bahwa bahan bakar gas menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah, bahkan hingga 20% lebih bersih dibandingkan bahan bakar minyak.

Hal ini menjadikan BBG sebagai salah satu solusi dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission. Penggunaan energi yang lebih bersih di sektor transportasi diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan secara signifikan.

“Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” ujar Fajriyah.

Dukungan Infrastruktur dan Layanan Tambahan

Untuk memperluas pemanfaatan BBG, PGN juga melakukan berbagai langkah strategis, termasuk menggandeng komunitas pengguna kendaraan berbahan bakar gas. Salah satu yang dirangkul adalah Komunitas Mobil Gas (Komogas).

Melalui kerja sama ini, PGN menghadirkan layanan bengkel keliling yang berlangsung hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, wilayah Kalimalang Jakarta Timur, serta pada 6 hingga 10 April 2026 di SPBG Bogor.

Layanan tersebut mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, hingga konversi kendaraan menjadi berbahan bakar gas. Dengan adanya layanan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah beralih ke BBG.

Selain itu, melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia, PGN saat ini mengelola 14 SPBG, 4 Mobile Refueling Unit, dan 1 Mother Station untuk mendukung distribusi BBG di berbagai wilayah.

Sinergi untuk Ketahanan Energi Nasional

PGN menekankan bahwa keberhasilan pemanfaatan BBG tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Dukungan kebijakan dan pengembangan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi energi alternatif ini.

"Pada prinsipnya, PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG yang tersebar di wilayah. Dengan mengoptimalkan sumber energi domestik, kontribusi ini diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dunia dan menuju kemandirian energi untuk aktivitas sehari-hari masyarakat,” tutup Fajriyah.

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, mulai dari harga yang stabil hingga dampak lingkungan yang lebih rendah, BBG berpotensi menjadi solusi energi masa depan bagi sektor transportasi di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index