Petambangan

Kampus dan Aparat Bersinergi Awasi Pertambangan Gorontalo Berkelanjutan

Kampus dan Aparat Bersinergi Awasi Pertambangan Gorontalo Berkelanjutan
Kampus dan Aparat Bersinergi Awasi Pertambangan Gorontalo Berkelanjutan

JAKARTA - Peran perguruan tinggi semakin dibutuhkan dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. 

Di Provinsi Gorontalo, sektor pertambangan menjadi salah satu fokus penting yang memerlukan pengawasan menyeluruh dan berbasis keilmuan. Keterlibatan akademisi dinilai mampu menghadirkan pendekatan objektif serta solusi jangka panjang.

Universitas Gorontalo menunjukkan komitmen nyata dengan menyatakan kesiapan penuh untuk terlibat aktif dalam pengawasan pertambangan. Kampus ini menyatakan siap berkontribusi secara maksimal dalam tim pengawasan tambang yang dibentuk oleh Polda Gorontalo. 

Langkah ini menjadi wujud tanggung jawab institusi pendidikan dalam mendukung tata kelola pertambangan yang tertib.

Keterlibatan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, melainkan disertai dukungan keilmuan dan sumber daya manusia. Universitas Gorontalo menyiapkan pendekatan akademik, riset mendalam, serta pendampingan teknis di lapangan. Seluruh kontribusi ini diarahkan untuk memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan.

Komitmen Kampus dalam Pengawasan Tambang

Rektor Universitas Gorontalo, Dr. Robby Hunawa, S.IP., M.Si menegaskan kesiapan kampusnya untuk terlibat secara total. Ia menyampaikan bahwa seluruh potensi universitas akan dikerahkan demi mendukung kerja tim pengawasan. Komitmen ini menjadi dasar kuat dalam memperkuat sinergi lintas sektor.

“Kami all out mendukung upaya ini. Unigo siap berkontribusi melalui kajian ilmiah dan tenaga ahli agar pengelolaan pertambangan berjalan sesuai aturan,” ujarnya. Pernyataan tersebut mencerminkan posisi kampus sebagai mitra strategis dalam pengawasan tambang. Pendekatan ilmiah diharapkan mampu melengkapi pengawasan struktural yang dilakukan aparat.

Kampus melihat pengawasan pertambangan sebagai tanggung jawab bersama. Keterlibatan akademisi diyakini dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di lapangan. Dengan demikian, setiap kebijakan dapat didasarkan pada data dan kajian yang komprehensif.

Program Studi Tambang Jadi Basis Keilmuan

Dukungan Universitas Gorontalo diperkuat dengan keberadaan Program Studi S1 Teknik Pertambangan. Program studi ini menjadi satu-satunya program sejenis di wilayah LLDikti XVI. Keberadaan tersebut menjadikan Unigo memiliki posisi strategis dalam penguatan sektor pertambangan daerah.

Program Studi Teknik Pertambangan menjadi basis utama kontribusi keilmuan kampus. Melalui program ini, Unigo terlibat langsung dalam aspek eksplorasi dan keselamatan kerja. Selain itu, pengelolaan lingkungan serta reklamasi pascatambang juga menjadi perhatian utama.

Keterlibatan akademik ini bertujuan memastikan kegiatan tambang berjalan sesuai standar. Mahasiswa dan dosen dibekali pemahaman teknis dan etika pertambangan berkelanjutan. Hasil kajian diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar tambang.

Pendekatan Hukum dan Kebijakan Berbasis Riset

Kontribusi Universitas Gorontalo tidak hanya terbatas pada aspek teknis. Kampus juga menyiapkan dosen dan peneliti dari bidang hukum untuk mendukung regulasi pertambangan. Pendekatan ini penting dalam memastikan kepatuhan terhadap perizinan dan aturan yang berlaku.

Akademisi Unigo akan dilibatkan dalam pemetaan wilayah tambang. Selain itu, evaluasi perizinan dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis riset juga menjadi bagian dari kontribusi. Seluruh proses ini dirancang untuk memperkuat tata kelola yang transparan.

Pendekatan hukum berbasis akademik diharapkan mampu mencegah potensi pelanggaran. Setiap rekomendasi disusun melalui kajian objektif dan mendalam. Dengan demikian, pengawasan tambang dapat dilakukan secara menyeluruh.

Peran Mahasiswa dan Dosen di Lapangan

Selain kajian teoritis, Unigo juga mendorong keterlibatan langsung di lapangan. Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan akan dilibatkan dalam survei lapangan. Kegiatan ini meliputi pendampingan teknis dan penyusunan laporan.

Keterlibatan mahasiswa menjadi sarana pembelajaran langsung. Mereka dapat memahami kondisi riil pertambangan serta tantangan yang dihadapi masyarakat. Pengalaman ini sekaligus membentuk sumber daya manusia yang kompeten.

Pendampingan lapangan juga memperkuat fungsi pengawasan. Data yang dikumpulkan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk perbaikan kebijakan ke depan.

Sinergi Menuju Tata Kelola Berkelanjutan

Menurut Robby, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci utama. Kolaborasi ini diperlukan untuk menciptakan tata kelola pertambangan yang berkelanjutan. Setiap pihak memiliki peran strategis yang saling melengkapi.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” tandasnya. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam. Pertambangan harus memberi manfaat tanpa mengorbankan lingkungan.

Melalui kolaborasi ini, pengawasan tambang diharapkan semakin efektif. Kepentingan masyarakat menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan. Dengan dukungan akademik, sektor pertambangan Gorontalo diharapkan semakin tertata dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index