Infrastruktur

Penguatan Infrastruktur Tata Air Lindungi Jakarta Utara

Penguatan Infrastruktur Tata Air Lindungi Jakarta Utara
Penguatan Infrastruktur Tata Air Lindungi Jakarta Utara

JAKARTA - Upaya penguatan sistem tata air menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. 

Wilayah pesisir ini memiliki kerentanan tinggi terhadap genangan dan rob. Karena itu, perencanaan infrastruktur dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sosialisasi pembangunan sarana dan prasarana tata air digelar sebagai bagian dari transparansi program pemerintah. Kegiatan ini memberi gambaran arah pembangunan infrastruktur ke depan. Masyarakat dan pemangku kepentingan diajak memahami rencana pengendalian banjir.

Fokus Pembangunan Tata Air

Jakarta Utara ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas pembangunan tata air. Kondisi geografis dan kepadatan kawasan menjadi pertimbangan utama. Infrastruktur pengendalian banjir dirancang untuk melindungi wilayah dan masyarakat.

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan pentingnya perhatian bersama terhadap program ini. Ia menyampaikan bahwa pembangunan tata air menjadi langkah strategis menghadapi risiko banjir. Upaya ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga.

Menurut Hendra, pemahaman terhadap rencana pembangunan sangat diperlukan. Seluruh pihak diharapkan dapat mengikuti dan mendukung proses pelaksanaan. Dengan sinergi yang baik, hasil pembangunan dapat dirasakan secara optimal.

Program Pengendalian Banjir Terintegrasi

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, memaparkan berbagai program pengendalian banjir. Pendekatan yang digunakan bersifat terintegrasi dan tidak parsial. Setiap elemen sistem tata air saling terhubung.

Pengendalian dilakukan melalui perkuatan tanggul, peningkatan rumah pompa, dan pengembangan sistem polder. Ketiga aspek tersebut dirancang berjalan beriringan. Tujuannya agar aliran air dapat dikendalikan lebih efektif.

Ika menjelaskan bahwa tantangan banjir di Jakarta Utara cukup kompleks. Selain banjir kiriman, wilayah ini juga menghadapi ancaman rob. Karena itu, sistem pengendalian harus disesuaikan dengan kondisi pesisir.

Perkuatan Tanggul dan Rumah Pompa

Salah satu program utama adalah perkuatan tanggul Kali Cakung Lama sepanjang sekitar 2,4 kilometer. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya tahan aliran sungai. Tanggul diperkuat untuk mencegah limpasan air ke permukiman.

Selain tanggul, pembangunan dan peningkatan rumah pompa juga menjadi fokus. Sejumlah rumah pompa seperti Bulak Cabe, Pegangsaan Dua, Cilincing KBN, IKIP, dan Ancol ditingkatkan kapasitasnya. Rumah pompa berperan penting mempercepat pembuangan air.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu menekan potensi genangan. Air dapat dialirkan lebih cepat ke saluran pembuangan. Dampak banjir terhadap aktivitas warga pun dapat dikurangi.

Sistem Polder dan Pengendalian Rob

Dinas SDA juga mengembangkan sistem polder di sejumlah kawasan. Wilayah seperti Kelapa Gading, Sukapura, Pegangsaan Dua, Semper, dan Cilincing menjadi sasaran. Sistem ini membantu mengatur dan menahan air di kawasan rendah.

Menurut Ika, pengembangan polder dirancang meningkatkan kapasitas pengendalian banjir. Aliran air dapat dikendalikan lebih cepat dan terukur. Dengan demikian, genangan dapat ditekan secara signifikan.

Selain banjir, pengendalian rob menjadi perhatian serius. Program dilakukan melalui pembangunan tanggul pengaman pantai dan pemeliharaan infrastruktur pesisir. Kajian penurunan muka tanah juga terus dilakukan.

Sinergi dan Harapan Ke Depan

Usai pemaparan, Wali Kota Jakarta Utara menyampaikan apresiasi atas perencanaan yang telah disusun. Ia berharap seluruh program dapat berjalan sesuai jadwal. Manfaat pembangunan diharapkan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah Kota menilai sinergi antarlembaga sangat penting. Kerja sama antara pemerintah provinsi, kota, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Dukungan publik akan memperkuat efektivitas program.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran bersama semakin meningkat. Upaya pengendalian banjir dan rob tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi berkelanjutan diperlukan demi ketahanan Jakarta Utara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index