Huntara

Pemulihan Pascabencana, 162 Unit Huntara di Pidie Jaya Aceh Siap Ditempati

Pemulihan Pascabencana, 162 Unit Huntara di Pidie Jaya Aceh Siap Ditempati
Pemulihan Pascabencana, 162 Unit Huntara di Pidie Jaya Aceh Siap Ditempati

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan perkembangan nyata. Di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 162 unit Hunian Sementara (Huntara) telah selesai dibangun dan kini siap digunakan oleh masyarakat terdampak bencana. 

Kehadiran huntara ini menjadi bagian penting dari fase transisi, sebelum warga kembali ke hunian permanen yang lebih layak dan aman.

Pembangunan huntara tersebut dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai bagian dari kontribusi BUMN dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana Sumatera di Aceh. Seluruh unit dipastikan telah rampung dan siap ditempati, lengkap dengan fasilitas pendukung yang dirancang untuk menunjang kehidupan sehari-hari masyarakat selama masa pemulihan.

Huntara Dirancang Aman dan Layak Huni

Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya, Muhammad Toha Fauzi, memastikan bahwa pembangunan Huntara di Pidie Jaya tidak sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, tetapi juga mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan penghuni.

“Kami berupaya agar Huntara ini tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang yang aman dan nyaman bagi warga untuk kembali menata kehidupan pascabencana,” ujar Toha.

Ia menjelaskan, setiap unit huntara dibangun dengan standar kelayakan yang memadai agar masyarakat dapat menjalani aktivitas harian secara normal. Fasilitas dasar disiapkan agar penghuni dapat merasa aman sekaligus terlindungi selama masa tinggal di hunian sementara tersebut.

Fasilitas Pendukung Ramah Keluarga dan Anak

Selain unit hunian, kawasan Huntara di Pidie Jaya juga dirancang sebagai lingkungan yang mendukung pemulihan sosial masyarakat. Brantas Abipraya melengkapi area huntara dengan fasilitas pendukung, termasuk taman bermain dan lapangan terbuka yang ramah anak.

Keberadaan ruang terbuka ini diharapkan dapat menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk beraktivitas, bermain, dan berinteraksi. Fasilitas tersebut juga berperan penting dalam memulihkan rasa aman, kenyamanan, dan keceriaan anak-anak pascabencana.

Toha menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial warga.

“Ke depan, Brantas Abipraya akan memperkuat komitmen untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Dukungan Listrik Gratis Selama Enam Bulan

Dukungan terhadap penghuni huntara juga datang dari PT PLN (Persero). Sebelumnya, PLN memutuskan untuk menggratiskan biaya token listrik bagi penghuni Hunian Sementara yang dibangun oleh Danantara. Program ini mencakup 600 unit huntara dengan pembebasan biaya listrik selama enam bulan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Aceh Tamiang.

“Selama 6 bulan listrik di Huntara kami gratiskan dan juga pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggungjawabnya PLN,” ungkap Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu pekan ini.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar tanpa tambahan beban biaya selama masa pemulihan.

Fasilitas Tambahan dari PLN di Kawasan Huntara

Selain pembebasan token listrik, PLN juga memberikan berbagai dukungan lain di kawasan hunian sementara. Dukungan tersebut meliputi pemasangan listrik baru secara gratis melalui paket multiguna, penyediaan penerangan jalan umum (PJU), serta fasilitas umum di kawasan Hunian Danantara.

“Kami juga menyediakan penerangan jalan umum PJU dan fasilitas umum kemudian paket pasang baru multiguna yang gratis dan token gratis selama enam bulan,” ujar Darmawan.

Fasilitas tambahan ini dinilai penting untuk memastikan keamanan lingkungan huntara, terutama pada malam hari, serta menunjang aktivitas masyarakat secara lebih optimal.

600 Unit Huntara dan Kolaborasi BUMN Karya

Secara nasional, Hunian Sementara Danantara dibangun sebanyak 600 unit di berbagai titik wilayah terdampak bencana. Proyek ini melibatkan kolaborasi sejumlah BUMN Karya, di antaranya Hutama Karya, PTPP, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, hingga Brantas Abipraya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah menyerahkan 600 unit huntara tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai penanda bahwa hunian siap dimanfaatkan dan dikelola oleh pemerintah daerah.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara dalam mendukung pemulihan pascabencana secara menyeluruh.

“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dengan selesainya pembangunan 162 unit Huntara di Pidie Jaya dan dukungan lintas BUMN yang terus berlanjut, pemerintah berharap proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index