AMMA Championships

Indonesia Raih Satu Emas di AMMA Championships 2026 China

Indonesia Raih Satu Emas di AMMA Championships 2026 China
Indonesia Raih Satu Emas di AMMA Championships 2026 China

JAKARTA - Kejuaraan internasional kembali menjadi panggung pembuktian bagi atlet bela diri Indonesia. 

Dalam ajang 3rd AMMA Championships 2026 yang digelar di Luzhou, China, Tim Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia berhasil menorehkan prestasi dengan membawa pulang satu medali emas dan tiga medali perunggu. Hasil ini menegaskan konsistensi Indonesia dalam persaingan MMA Asia, sekaligus menjadi modal penting menuju agenda besar berikutnya, yakni kualifikasi Asian Games 2026.

Keikutsertaan Indonesia di kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga sebagai ajang pematangan teknik, mental bertanding, dan evaluasi kesiapan atlet menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi. Di tengah ketatnya persaingan dari negara-negara Asia lainnya, capaian tersebut dinilai sebagai hasil yang patut diapresiasi.

Delvi Nurfadillah Sumbang Emas dari Nomor Traditional MMA

Medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Delvi Nurfadillah yang turun di nomor Traditional MMA kelas 49 kilogram. Penampilannya sepanjang kejuaraan dinilai solid dan penuh kontrol, hingga akhirnya memastikan kemenangan di partai final.

Delvi mengungkapkan bahwa momen paling krusial terjadi saat dirinya sempat berada dalam posisi tertekan. Namun, ketenangan dan kepercayaan pada latihan menjadi kunci untuk membalikkan keadaan.

"Momen paling menentukan terjadi di partai final ketika saya terkena takedown. Di situ saya memutuskan untuk tetap tenang dan percaya pada latihan. Saya langsung mengambil peluang untuk mengunci omoplata," kata Delvi.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut bukan semata soal kekuatan fisik, melainkan kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan tepat dalam waktu singkat.

"Bagi saya, kunci kemenangan ada pada ketenangan, refleks dari hasil latihan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat di momen kritis," imbuhnya.

Teknik dan konsistensi yang ditunjukkan Delvi sepanjang pertandingan membuatnya tampil menonjol dibandingkan atlet lain di kelasnya.

Penghargaan Atlet Terbaik Perkuat Prestasi Delvi

Selain meraih medali emas, Delvi Nurfadillah juga dinobatkan sebagai penerima penghargaan “Most Outstanding Athlete Award”. Penghargaan ini diberikan atas performa dominan, teknik yang matang, serta konsistensi bertanding sejak babak awal hingga final.

Pengakuan tersebut menjadi pencapaian tambahan yang mempertegas kualitas Delvi sebagai salah satu atlet andalan MMA Indonesia. Prestasi individu ini sekaligus mencerminkan hasil pembinaan yang dijalankan oleh Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB PERTACAMI).

Bagi tim pelatih dan federasi, penghargaan ini menjadi indikator bahwa atlet Indonesia mampu bersaing tidak hanya dari sisi hasil akhir, tetapi juga dari kualitas teknik dan mental bertanding di level internasional.

Tiga Medali Perunggu dari Nomor Modern dan Traditional MMA

Selain emas, Indonesia juga mengamankan tiga medali perunggu dari nomor yang berbeda. Medali perunggu pertama diraih oleh Vallensia Fahira Hotmauli yang bertanding di kelas Modern MMA 54 kilogram putri. Penampilannya dinilai cukup konsisten meski harus menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman internasional lebih panjang.

Medali perunggu kedua disumbangkan oleh Maydelse Sitepu dari nomor Modern MMA 60 kilogram putri. Maydelse menunjukkan daya juang tinggi sepanjang pertandingan, meski harus puas finis di posisi ketiga.

Sementara itu, medali perunggu ketiga diraih oleh Dwi Ani Retno Wulan yang turun di nomor Traditional MMA 54 kilogram putri. Keberhasilannya menambah daftar atlet Indonesia yang mampu naik podium di kejuaraan tersebut.

Secara keseluruhan, perolehan satu emas dan tiga perunggu mencerminkan kekuatan Indonesia yang relatif merata, baik di nomor modern maupun traditional MMA.

Modal Menuju Kualifikasi Asian Games 2026

Capaian di AMMA Championships 2026 menjadi bagian penting dari proses panjang menuju Asian Games 2026. Indonesia masih harus melalui tahapan kualifikasi yang ketat, sehingga hasil ini dinilai sebagai pijakan awal yang positif.

PB PERTACAMI menargetkan sebanyak mungkin atlet dapat lolos kualifikasi dan tampil kompetitif di Asian Games serta kejuaraan-kejuaraan besar Asia lainnya. Turnamen seperti AMMA Championships menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan atlet menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.

Keberhasilan membawa pulang medali juga memberikan kepercayaan diri tambahan bagi atlet, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk memperbaiki aspek teknis maupun strategi bertanding.

Dengan pembinaan berkelanjutan dan jam terbang internasional yang terus ditingkatkan, Indonesia diharapkan mampu berbicara lebih banyak di pentas MMA Asia. Prestasi di Luzhou, China, bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses panjang membangun kekuatan MMA nasional yang berdaya saing tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index