JAKARTA - Pergerakan harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada awal Januari 2026.
Setelah beberapa hari menunjukkan tren fluktuatif, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami koreksi harga. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor dan masyarakat, apakah penurunan harga tersebut justru membuka peluang untuk kembali memantau atau menambah kepemilikan emas sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang.
Berdasarkan informasi resmi, harga emas hari ini di Butik Emas Logam Mulia Antam mengalami penurunan cukup terasa dibandingkan hari sebelumnya. Koreksi ini tidak hanya terjadi pada satu ukuran, tetapi merata di seluruh pecahan emas yang dijual ke publik. Situasi tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian harga dipengaruhi oleh faktor pasar yang lebih luas, bukan semata kebijakan internal.
Pergerakan Harga Emas Antam Terbaru
Harga emas hari ini di Butik Emas Logam Mulia Aneka Tambang Tbk pada Kamis, 8 Januari, tercatat turun Rp 14.000 per gram. Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp 2.570.000 per gram. Angka ini lebih rendah dibandingkan harga Rabu, 7 Januari, yang masih bertengger di Rp 2.584.000 per gram.
Penurunan tersebut berlaku konsisten di berbagai ukuran emas batangan. Untuk pecahan 0,5 gram, harga emas hari ini tercatat Rp 1.335.000 dari sebelumnya Rp 1.342.000. Ukuran 2 gram dijual Rp 5.080.000, turun dari Rp 5.108.000. Sementara itu, ukuran 5 gram kini dibanderol Rp 12.625.000 dari harga sebelumnya Rp 12.695.000.
Rincian Harga Berbagai Pecahan Emas
Penyesuaian harga juga terlihat pada ukuran menengah hingga besar. Emas Antam 10 gram kini dijual Rp 25.195.000 dari Rp 25.335.000. Untuk ukuran 25 gram, harga tercatat Rp 62.862.000, turun dari Rp 63.212.000. Penurunan serupa juga terjadi pada ukuran 50 gram yang kini berada di Rp 125.645.000.
Pada pecahan besar, emas 100 gram dijual Rp 251.212.000, sementara ukuran 250 gram berada di Rp 627.765.000. Untuk ukuran 500 gram, harga emas hari ini tercatat Rp 1.255.320.000. Sedangkan ukuran terbesar, 1.000 gram atau 1 kilogram, dijual Rp 2.510.600.000. Seluruh harga tersebut belum termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Harga Buyback dan Dampaknya bagi Investor
Selain harga jual, perhatian investor juga tertuju pada harga pembelian kembali atau buyback. Pada Kamis, 8 Januari, harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.426.000 per gram. Nilai ini menjadi acuan penting bagi investor yang ingin mencairkan emas batangan mereka dalam waktu dekat.
Perbedaan antara harga jual dan harga buyback merupakan hal yang wajar dalam investasi emas fisik. Spread ini mencerminkan biaya cetak, distribusi, serta margin yang diterapkan oleh produsen. Oleh karena itu, emas lebih cocok dijadikan instrumen investasi jangka menengah hingga panjang dibandingkan sarana mencari keuntungan cepat.
Kinerja Harga Emas dalam Sepekan
Meski mengalami penurunan harian, pergerakan harga emas Antam dalam rentang waktu sepekan menunjukkan tren yang berbeda. Jika ditinjau dari 7 hari lalu, tepatnya pada 1 Januari 2026, harga emas Antam tercatat Rp 2.488.000 per gram. Artinya, secara mingguan harga emas masih mengalami kenaikan Rp 82.000 per gram.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa koreksi harian tidak serta-merta mencerminkan pelemahan nilai emas secara keseluruhan. Fluktuasi jangka pendek sering kali dipengaruhi sentimen global, pergerakan nilai tukar, serta dinamika pasar komoditas internasional.
Perbedaan Harga Berdasarkan Ukuran Batangan
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam berbagai ukuran berat, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Perbedaan ukuran ini secara langsung memengaruhi harga per gram yang dibayarkan konsumen. Umumnya, harga per gram emas batangan berukuran kecil lebih mahal dibandingkan ukuran besar.
Perbedaan tersebut terjadi karena adanya biaya tambahan untuk proses pencetakan dan pengemasan. Semakin kecil ukuran emas, semakin besar proporsi biaya cetak yang dibebankan pada harga per gram. Sebaliknya, emas batangan berukuran besar cenderung memiliki harga per gram yang lebih efisien bagi investor.
Menimbang Momentum di Tengah Fluktuasi Harga
Turunnya harga emas hari ini dapat dimaknai dari dua sudut pandang berbeda. Bagi sebagian investor, kondisi ini menjadi sinyal untuk bersikap lebih hati-hati. Namun bagi investor jangka panjang, koreksi harga justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi.
Emas tetap dikenal sebagai aset lindung nilai yang relatif stabil terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, memahami pergerakan harga secara menyeluruh, baik harian maupun jangka panjang, menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur.