JAKARTA - Di tengah gaya hidup modern yang cenderung minim aktivitas fisik, lari menjadi salah satu pilihan olahraga yang mudah diakses dan fleksibel untuk dilakukan siapa saja.
Tanpa memerlukan peralatan rumit atau tempat khusus, lari dapat dilakukan di lingkungan sekitar rumah, taman, hingga lintasan olahraga. Kesederhanaan inilah yang membuat lari tetap populer dan relevan sebagai aktivitas fisik yang menyehatkan.
Lebih dari sekadar membakar kalori, lari memberikan dampak luas bagi tubuh, mulai dari kesehatan jantung hingga fungsi otak. Ketika dilakukan secara rutin dan konsisten, olahraga ini membantu tubuh beradaptasi menjadi lebih kuat, bugar, dan efisien dalam menjalankan fungsinya. Tidak mengherankan jika lari sering dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit serta peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.
Melansir dari Verywell Health, berikut ini beberapa manfaat lari bagi kesehatan tubuh yang luar biasa.
1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Menjadikan lari sebagai bagian dari rutinitas olahraga membantu meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Saat berlari, jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.
Kondisi ini melatih otot jantung agar bekerja lebih efisien. Dalam jangka panjang, kebiasaan berlari dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan bahkan mengurangi risiko kematian akibat gangguan kardiovaskular.
2. Membantu Tidur Lebih Berkualitas
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, termasuk lari, berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa lari pagi sekitar 30 menit dapat memberikan dampak positif terhadap pola tidur.
Selain itu, berlari selama sekitar 1 jam dengan intensitas ringan hingga tinggi juga terbukti membantu memperbaiki durasi dan kualitas tidur. Tubuh yang lebih aktif di siang hari cenderung lebih mudah beristirahat pada malam hari.
3. Menjaga Kesehatan Lutut dan Punggung
Banyak orang menganggap lari sebagai penyebab nyeri lutut dan punggung. Namun, hasil penelitian justru menunjukkan bahwa berlari dapat membantu memperkuat sendi dan menjaganya tetap sehat.
Pelari rutin diketahui memiliki risiko lebih rendah untuk menjalani operasi penggantian lutut atau pinggul. Selain itu, kondisi tulang belakang pada pelari cenderung lebih baik, sehingga mendukung kesehatan punggung dalam jangka panjang.
4. Meningkatkan Daya Ingat
Lari termasuk latihan aerobik yang dapat merangsang pertumbuhan sel saraf baru di otak. Aktivitas ini juga membantu memperlambat penurunan fungsi otak yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia.
Kemampuan kognitif seperti mengingat, berkonsentrasi, dan memecahkan masalah cenderung lebih baik pada orang yang rutin berlari. Selain itu, lari berpotensi melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer.
5. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Olahraga dengan intensitas sedang yang dilakukan secara teratur dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang berlari atau melakukan olahraga berat setidaknya lima kali seminggu cenderung lebih jarang mengalami flu.
Jika pun sakit, durasi dan tingkat keparahannya biasanya lebih ringan. Lari membantu melancarkan peredaran sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi.
6. Menjaga Kesehatan Tulang
Lari termasuk olahraga yang memberikan tekanan positif pada tulang. Tekanan ini justru dibutuhkan untuk merangsang pembentukan dan penguatan tulang.
Penelitian menunjukkan bahwa kepadatan tulang pelari umumnya lebih baik dibandingkan orang yang hanya berjalan kaki. Pada usia muda, kebiasaan berlari juga dapat membantu meningkatkan kandungan mineral tulang, sehingga bermanfaat untuk mencegah osteoporosis di kemudian hari.
7. Meningkatkan Suasana Hati dan Energi
Banyak orang merasakan perubahan suasana hati setelah berlari. Perasaan lebih rileks, fokus, dan berenergi sering muncul usai berolahraga.
Studi menunjukkan bahwa berlari selama sekitar 30 menit per minggu dalam beberapa minggu dapat memperbaiki mood, konsentrasi, serta kualitas tidur. Selain itu, lari juga membantu mengurangi stres serta gejala kecemasan dan depresi.
8. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis
Aktivitas fisik seperti lari berkaitan erat dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Bahkan olahraga dalam durasi singkat yang dilakukan secara rutin tetap memberikan manfaat.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga aerobik dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker, sehingga berkontribusi pada kesehatan jangka panjang.
9. Berpotensi Memperpanjang Usia
Karena manfaatnya yang luas bagi kesehatan fisik dan metabolisme tubuh, lari juga dikaitkan dengan potensi usia yang lebih panjang. Sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar dua jam olahraga aerobik per minggu dapat berhubungan dengan tambahan usia hingga tiga tahun dibandingkan dengan individu yang tidak aktif.
10. Membantu Menurunkan Berat Badan
Berlari dapat membantu proses penurunan berat badan, meskipun jumlah kalori yang terbakar berbeda pada setiap orang. Dalam 10 menit lari, tubuh dapat membakar lebih dari 100 kalori.
Jika dilakukan secara konsisten dan diimbangi dengan pola makan seimbang, lari juga efektif membantu mengurangi lemak perut yang berisiko bagi kesehatan.
Itulah beberapa manfaat lari bagi kesehatan tubuh yang luar biasa. Dengan menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas, lari dapat menjadi investasi sederhana namun bernilai besar bagi kesehatan jangka panjang.