Simak Rekomendasi Saham 2 April 2026 Saat IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

Kamis, 02 April 2026 | 10:20:38 WIB
Simak Rekomendasi Saham 2 April 2026 Saat IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menunjukkan sinyal positif menjelang perdagangan Kamis, 2 April 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan, meskipun sejumlah faktor eksternal dan aksi investor asing tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Kondisi ini membuat investor mulai mencermati berbagai rekomendasi saham yang dinilai memiliki potensi cuan dalam jangka pendek. Sejumlah analis dari berbagai sekuritas pun telah merilis pandangan dan strategi mereka, termasuk daftar saham unggulan yang layak diperhatikan pada perdagangan hari ini.

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Tekanan Asing

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 1,93%. Meski demikian, penguatan tersebut masih dibayangi oleh aksi jual bersih atau net sell dari investor asing yang tercatat mencapai Rp 163 miliar.

Sejumlah saham perbankan besar menjadi target aksi jual asing, di antaranya BMRI, BBRI, BBNI, ANTM, dan ITMG. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun indeks menguat, tekanan dari investor global belum sepenuhnya mereda.

“IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hari ini,” ujar Head of Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.025-7.130 dan level resistance 7.200-7.300 pada perdagangan Kamis pekan ini.

Sinyal Awal Pemulihan dari Analisis Teknikal

Selain dari sisi fundamental dan sentimen pasar, analisis teknikal juga memberikan gambaran mengenai arah pergerakan IHSG. Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, disebutkan bahwa IHSG kini kembali berada di atas moving average 10 harian setelah sempat berada di bawahnya sejak 26 Februari 2026.

“Ini bisa jadi tanda recovery yang masih sangat awal, menjanjiakn untuk menggantikan fase bottoming ini jadi pola bullish reversal double bottom dengan resistance target di 7.325,” demikian seperti dikutip.

Jika level tersebut mampu ditembus, maka peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka dengan target berikutnya di kisaran 7.450 hingga 7.740.

“Sarankan akumulasi, average up bertahap di pekan pendek,” demikian seperti dikutip.

Daftar Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Seiring dengan peluang penguatan IHSG, sejumlah saham direkomendasikan oleh analis untuk dicermati investor. Dari BNI Sekuritas, beberapa saham yang masuk dalam daftar pilihan antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Essa Industries Tbk (ESSA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi saham lainnya seperti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Pilihan saham ini didasarkan pada kombinasi analisis teknikal dan momentum pasar yang dinilai masih cukup menjanjikan dalam jangka pendek.

Strategi Trading dan Target Harga Saham

Untuk strategi perdagangan harian, analis juga memberikan panduan teknikal berupa area beli, target harga, hingga batas cutloss bagi investor.

EMTK direkomendasikan speculative buy dengan area beli di 745-760, cutloss di bawah 725, dan target di kisaran 785-820.

EMAS juga masuk kategori speculative buy dengan area beli 8350-8475, cutloss di bawah 8300, dan target harga 8675-8950.

ESSA disarankan speculative buy di level 660-670 dengan cutloss di bawah 650 dan target 685-710.

MBMA dapat dibeli di kisaran 690-730 dengan cutloss di bawah 670 dan target 750-810.

ADMR direkomendasikan pada area 1950-1980, cutloss di bawah 1940, dengan target 2050-2120.

Sementara itu, WIFI masuk kategori buy if break di level 2260 dengan target 2300-2380 dan cutloss di bawah 2210.

Pergerakan Pasar dan Sentimen Global Masih Jadi Penentu

Secara keseluruhan, penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya turut ditopang oleh kondisi teknikal rebound setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Banyak investor memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli, khususnya pada saham berkapitalisasi besar.

Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memberikan sentimen positif bagi pasar. Hal ini membuka peluang masuknya kembali aliran dana, meskipun masih dalam jumlah terbatas.

“Namun, saya melihat penguatan ini masih bersifat terbatas dan rentan volatilitas, karena faktor eksternal dan arus dana asing masih akan menjadi penentu utama arah IHSG ke depan,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Dari sisi data perdagangan, total frekuensi transaksi mencapai lebih dari 2 juta kali dengan volume mencapai 31,5 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 16,5 triliun. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.970.

Sebagian besar sektor saham mencatatkan penguatan, dengan sektor industri menjadi yang tertinggi, disusul consumer siklikal, basic, dan infrastruktur. Hanya sektor kesehatan yang mengalami pelemahan tipis.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Terkini