JAKARTA - Minat masyarakat terhadap investasi emas terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ekonomi global yang dinamis serta fluktuasi pasar keuangan membuat banyak orang kembali melirik emas sebagai salah satu instrumen investasi yang dianggap relatif aman.
Melihat perkembangan tersebut, sektor perbankan syariah juga terus memperkuat layanan terkait investasi emas guna memenuhi kebutuhan nasabah. Selain menyediakan produk yang mudah diakses, bank juga memastikan ketersediaan pasokan emas agar permintaan yang terus tumbuh dapat terpenuhi dengan baik.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menjadi salah satu lembaga yang mencermati tren tersebut. Perseroan menilai permintaan emas dari nasabah masih akan terus meningkat, sehingga berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga ketersediaan stok dan memastikan layanan tetap berjalan optimal.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memastikan ketersediaan stok emas dari supplier berada dalam kondisi memadai, mengantisipasi permintaan ke depan yang diperkirakan terus meningkat.
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa ke depan, perseroan melihat permintaan emas masih terus meningkat.
Untuk itu, kata dia, BSI akan memastikan kesiapan dari sisi persediaan, serta edukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang.
“Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik,” kata Anton.
Harga Emas Melonjak Tajam dalam Setahun Terakhir
Tren kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap logam mulia tersebut. Dalam satu tahun terakhir, harga emas menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan di pasar.
Untuk diketahui, harga emas menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, dengan kenaikan lebih dari 50 persen dalam satu tahun terakhir.
Lonjakan harga tersebut membuat emas semakin dilirik sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven, terutama ketika kondisi ekonomi global menghadapi berbagai ketidakpastian.
Pada Rabu (4/3), harga emas Antam berdasarkan laman Logam Mulia tercatat sebesar Rp3.045.000 per gram.
Kondisi ini turut mempengaruhi pola investasi masyarakat yang mulai mempertimbangkan emas sebagai salah satu pilihan utama dalam menyimpan nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Minat Nasabah terhadap Layanan Emas BSI Melampaui Ekspektasi
Seiring meningkatnya popularitas emas sebagai instrumen investasi, BSI mencatat bahwa minat nasabah terhadap layanan emas yang disediakan perseroan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.
Menurut perseroan, minat nasabah BSI terhadap layanan emas melampaui ekspektasi. Selain karena keunikannya, emas juga menjadi investasi yang aman dan mudah sesuai dengan prinsip syariah.
Pertumbuhan minat tersebut juga berdampak pada peningkatan bisnis emas di lingkungan BSI, terutama pada layanan bullion bank yang terus berkembang.
Tren investasi emas turut mendorong pertumbuhan bisnis di BSI. Kenaikan jumlah nasabah bank emas (bullion bank) di BSI dari Januari hingga Februari 2026 (year to date/ytd) naik 44 persen dan penjualan selama tahun 2026 sudah mencapai 58 persen dari total penjualan tahun 2025.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap layanan investasi emas yang disediakan oleh perbankan syariah.
Dampak Kondisi Global Dorong Permintaan Emas
Selain faktor harga, dinamika geopolitik global juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya permintaan emas di pasar internasional maupun domestik.
Hal ini dipicu dari multiplier effect kondisi global terkait ketegangan di Timur Tengah yang memberikan pengaruh terhadap permintaan emas seiring dengan kenaikan harga emas.
Dalam situasi ketidakpastian global, emas sering kali menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin menjaga stabilitas nilai aset mereka. Hal tersebut juga tercermin dari meningkatnya transaksi emas yang dilakukan oleh masyarakat.
Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, BSI menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki inventory manajemen yang baik.
Guna memenuhi kebutuhan emas nasabah, BSI saat ini telah bekerja sama dengan beberapa supplier. Perseroan tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya akan menambah supplier dengan beberapa kajian dan pertimbangan penerapan manajemen risiko yang tepat.
Langkah ini dilakukan agar ketersediaan emas tetap terjaga sekaligus memberikan rasa aman bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi.
Kemudahan Transaksi Emas Melalui Superapps BYOND
Selain memastikan ketersediaan pasokan emas, BSI juga terus memperkuat layanan digital guna memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi emas.
Kemudahan pembelian emas bullion bank BSI secara real-time melalui superapps BYOND juga mendorong masyarakat membeli emas dengan aman dan mudah.
Melalui platform digital tersebut, masyarakat dapat membeli emas secara praktis tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.
Dengan kemudahan ini, nasabah bisa melakukan pembelian dengan harga mulai dari sekitar Rp50.000. Nasabah juga dapat melakukan transfer saldo emas (gramase) ke sesama rekening BSI Emas.
Fitur tersebut memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam mengelola investasi emas mereka secara lebih efisien.
Selain itu, nasabah yang ingin mencetak emas dalam bentuk fisik juga tetap dapat melakukannya melalui mekanisme yang telah disediakan oleh bank.
Selain itu, nasabah yang ingin mencetak emasnya juga dapat mengajukan melalui aplikasi dan melakukan pengambilan di kantor cabang yang telah dipilih.
Dengan berbagai layanan tersebut, BSI berharap masyarakat dapat semakin mudah mengakses investasi emas sekaligus mengelola keuangan mereka secara lebih terencana dan berkelanjutan.