Prabowo Subianto Perkuat Diplomasi Global di Washington DC

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:17:44 WIB
Prabowo Subianto Perkuat Diplomasi Global di Washington DC

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat menjadi momentum penting bagi diplomasi Indonesia. 

Kehadiran di Washington DC menandai komitmen memperluas kerja sama strategis di berbagai bidang. Agenda yang dijalani juga diarahkan untuk memperkuat peran Indonesia di panggung internasional.

Presiden Prabowo Subianto mendarat di Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia PK-GIF yang ditumpanginya tiba di Pangkalan Militer Joint Base Andrews, Prince George’s County, Maryland. 

Setibanya di lokasi, Presiden disambut sejumlah pejabat Indonesia dan Amerika Serikat, di antaranya Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan KBRI Washington DC Marsekal Pertama TNI E Wisoko Aribowo, serta Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat VVIP/VIP Angkatan Udara AS di Joint Base Andrews Kolonel Gary Charland.

Penyambutan dan Protokol Keamanan

Presiden Prabowo tampak mengenakan kopiah hitam dan langsung menyalami para pejabat penyambut sebelum menuju kendaraan kepresidenan. Ia kemudian meninggalkan pangkalan militer dengan pengawalan Paspampres bersama petugas Secret Service Amerika Serikat menuju hotel di pusat kota Washington DC. Protokol pengamanan diterapkan ketat untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Kehadiran aparat pengamanan gabungan mencerminkan pentingnya kunjungan tersebut. Setiap pergerakan Presiden diatur sesuai standar keamanan kenegaraan. Koordinasi lintas lembaga menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan selama agenda berlangsung.

Pengawalan menuju pusat kota dilakukan dengan pengaturan lalu lintas khusus. Hal ini bertujuan menjaga ketepatan waktu agenda yang telah dijadwalkan. Kesiapan protokol menunjukkan hubungan kerja sama yang berjalan baik antarotoritas.

Agenda Pertemuan Strategis

Selama berada di Amerika Serikat, Presiden dijadwalkan menjalani sejumlah agenda penting. Pada Rabu, 18 Februari 2026, ia akan bertemu kelompok pebisnis Amerika Serikat. Pertemuan ini diharapkan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Agenda berikutnya berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026, ketika Presiden menghadiri konferensi tingkat tinggi perdana Dewan Perdamaian Gaza. Forum ini menjadi ruang dialog untuk mendorong solusi damai melalui pendekatan multilateral. Kehadiran Indonesia dipandang memperkuat kontribusi diplomasi kemanusiaan.

Selain forum multilateral, Presiden juga dijadwalkan menjalani pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tersebut mencakup pembahasan dan penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik. Kesepakatan yang dinegosiasikan sejak 2025 diharapkan memberi dampak konkret bagi hubungan ekonomi kedua negara.

Peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian

KTT Dewan Perdamaian dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026 dan dipimpin oleh Donald Trump Jr. selaku penggagas. Selain Indonesia, sejumlah negara turut bergabung dalam forum tersebut, termasuk Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan. Kehadiran banyak negara menunjukkan luasnya dukungan terhadap inisiatif perdamaian.

Indonesia resmi menjadi anggota Dewan Perdamaian setelah Presiden Prabowo menandatangani piagam pembentukan organisasi tersebut. Penandatanganan dilakukan pada acara peluncuran di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Keanggotaan ini memperkuat posisi Indonesia dalam forum dialog internasional.

Keterlibatan aktif Indonesia diharapkan membawa perspektif negara berkembang dalam isu perdamaian global. Peran ini sejalan dengan komitmen diplomasi bebas aktif. Indonesia berupaya menjadi jembatan dialog di tengah dinamika geopolitik.

Pendampingan dan Koordinasi Delegasi

Dalam perjalanan dari Jakarta, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Kehadiran pendamping mencerminkan fokus pembahasan yang mencakup koordinasi kebijakan lintas sektor. Delegasi ini bertugas memastikan agenda berjalan selaras dengan prioritas nasional.

Koordinasi internal delegasi dilakukan untuk mempersiapkan bahan pertemuan. Setiap agenda disusun dengan tujuan menghasilkan capaian konkret. Pendampingan pejabat terkait membantu mempercepat tindak lanjut kerja sama.

Seluruh rangkaian kegiatan diatur dengan jadwal ketat. Protokol diplomatik memastikan setiap pertemuan berjalan efektif. Sinergi delegasi menjadi kunci kelancaran kunjungan kerja.

Dampak Diplomasi dan Harapan Ke Depan

Kehadiran Presiden di Washington DC diharapkan memperkuat peran Indonesia dalam upaya perdamaian internasional. Diplomasi yang dijalankan diarahkan untuk mendorong solusi kolaboratif. Komitmen ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra dialog yang konstruktif.

Penguatan hubungan bilateral diharapkan berdampak pada kerja sama ekonomi dan keamanan. Kesepakatan perdagangan timbal balik menjadi salah satu fokus utama. Hasil pertemuan diharapkan memberi manfaat langsung bagi kepentingan nasional.

Kunjungan ini juga memperluas jaringan diplomasi Indonesia di forum multilateral. Partisipasi aktif menunjukkan kesiapan Indonesia berkontribusi pada isu global. Dengan agenda yang padat, kunjungan diharapkan menghasilkan capaian strategis yang berkelanjutan.

Terkini

Kemenag Imbau Hormati Perbedaan Saat Bulan Ramadan 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:58 WIB

MBG Tingkatkan Semangat Belajar Anak Difabel Sumba Barat

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:57 WIB

MBG Bantu Stabilkan Harga Ayam dan Pasokan Pangan

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:57 WIB

Pelayanan Perizinan Terpadu Dukung UMKM Kabupaten Nunukan

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:57 WIB

Inspirasi UMKM dari Hobi Menjadi Usaha Sukses

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:57 WIB