Minat Mobil Listrik BYD Terus Tumbuh di Daerah

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:17:43 WIB
Minat Mobil Listrik BYD Terus Tumbuh di Daerah

JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap mobil listrik semakin meningkat seiring berkembangnya alternatif transportasi ramah lingkungan. 

Tidak hanya di kota besar, wilayah di luar Jabodetabek juga menunjukkan tren positif terhadap kendaraan listrik. Pertumbuhan ini menjadi indikasi pasar yang mulai meluas di berbagai daerah.

Minat masyarakat terhadap mobil listrik mulai tumbuh secara perlahan. Tidak hanya di kota-kota besar, manufaktur asal Tiongkok, BYD menyebut ada peningkatan di daerah. Meskipun belum disebutkan secara rinci, area tersebut diyakini berada di luar Jakarta dan sekitarnya.

Meskipun infrastruktur pengisian daya di daerah belum semasif Jakarta, daya tarik mobil listrik tetap ada. Faktor efisiensi menjadi alasan utama konsumen untuk beralih. BYD melihat bahwa beberapa wilayah mengalami kelangkaan BBM sementara listrik tersedia secara relatif stabil.

Menurut perwakilan BYD, banyak pelanggan kini tak hanya menilai dari jarak tempuh kendaraan. Efisiensi penggunaan energi menjadi pertimbangan penting. “Mereka juga butuh karena di beberapa area itu Bahan Bakar Minyak (BBM) langka dan listrik tersedia,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Lonjakan Minat Konsumen di Luar Pulau Jawa

Luther mengungkapkan adanya lonjakan pembelian mobil listrik di wilayah tertentu. Beberapa konsumen bahkan berasal dari luar Pulau Jawa. Situasi ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai menjadi pilihan utama bagi daerah yang sebelumnya bergantung pada bahan bakar fosil.

Di beberapa daerah, antrean pengisian BBM masih menjadi masalah yang sering terjadi. Mobil listrik kemudian dianggap sebagai solusi praktis. Kendaraan listrik menjadi alternatif pengganti mesin bensin ataupun diesel untuk memenuhi mobilitas sehari-hari.

Selain efisiensi energi, faktor pajak dan biaya operasional menjadi pertimbangan konsumen. Pengeluaran harian yang lebih hemat membuat kendaraan listrik semakin menarik. BYD melihat bahwa konsumen mulai memahami manfaat jangka panjang dari kepemilikan mobil listrik.

Ekspansi Jaringan Diler di Berbagai Wilayah

Oleh karena itu, BYD berfokus memperluas jaringan outlet dan diler di seluruh Indonesia. Tidak hanya Pulau Jawa, wilayah lain juga menjadi target pengembangan. Rencana ini bertujuan memudahkan akses konsumen untuk membeli dan merawat kendaraan listrik.

Pabrikan berencana menambah jumlah diler untuk mendukung pertumbuhan penjualan. Luther Panjaitan menutup rapat soal target spesifik ekspansi. Namun langkah ini diharapkan mempercepat penetrasi pasar di daerah yang selama ini belum terjangkau.

Ekspansi jaringan juga mencakup layanan purna jual. Konsumen di daerah akan lebih mudah mengakses servis resmi. Hal ini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap kendaraan listrik.

Produk Unggulan BYD yang Mendukung Penjualan

Saat ini, penjualan BYD banyak didorong oleh produk teranyar, BYD Atto 1. Mobil listrik tipe terendah ini ditawarkan Rp 199 juta on the road Jakarta. Kehadiran Atto 1 dinilai mulai memengaruhi pasar Low Cost Green Car (LCGC) karena berbagai keunggulan yang ditawarkan.

BYD Atto 1 memberikan kebebasan dari aturan ganjil genap di Ibu Kota. Fitur tersebut menjadi nilai tambah bagi konsumen perkotaan. Selain itu, efisiensi energi dan biaya operasional menjadi daya tarik utama.

Selain Atto 1, BYD juga memiliki lini kendaraan lain di segmen lebih tinggi. Beberapa model tersebut antara lain Sealion 7, Atto 3, hingga Multi Purpose Vehicle (MPV) M6. Kehadiran model yang beragam ini memperluas pilihan konsumen di berbagai segmen pasar.

Varian Listrik Premium dan Performa Tinggi

BYD juga menghadirkan sedan listrik performa tinggi Seal. Model ini menyasar konsumen yang membutuhkan kombinasi kenyamanan dan akselerasi. Sementara itu, hatchback Dolphin yang dibanderol Rp 300 jutaan menawarkan opsi yang lebih terjangkau dengan fitur lengkap.

Keberagaman lini produk membuat BYD mampu menyesuaikan kebutuhan konsumen dari berbagai kelas sosial. Hal ini juga menjadi strategi untuk memperkuat posisi merek di pasar mobil listrik nasional. Pabrikan menilai bahwa variasi produk akan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dengan penetrasi ke daerah-daerah baru dan dukungan produk yang lengkap, BYD optimistis pasar mobil listrik Indonesia akan terus meningkat. Efisiensi energi, biaya operasional rendah, serta kemudahan akses menjadi faktor utama pertumbuhan. Tren ini menegaskan bahwa mobil listrik tidak lagi sekadar pilihan masa depan, tetapi solusi transportasi yang nyata saat ini.

Terkini

Kemenag Imbau Hormati Perbedaan Saat Bulan Ramadan 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:58 WIB

MBG Tingkatkan Semangat Belajar Anak Difabel Sumba Barat

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:57 WIB

MBG Bantu Stabilkan Harga Ayam dan Pasokan Pangan

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:57 WIB

Pelayanan Perizinan Terpadu Dukung UMKM Kabupaten Nunukan

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:57 WIB

Inspirasi UMKM dari Hobi Menjadi Usaha Sukses

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:57 WIB