Pemerintah Perketat Pengawasan Restitusi Pajak Bernilai Besar

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:42 WIB
Pemerintah Perketat Pengawasan Restitusi Pajak Bernilai Besar

JAKARTA - Penerimaan negara dari sektor pajak kembali menjadi perhatian serius pemerintah. 

Nilai restitusi pajak yang besar dinilai memberi tekanan signifikan terhadap struktur penerimaan. Oleh karena itu, pengawasan atas restitusi menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan fiskal.

Wajib pajak yang menerima pengembalian pajak bernilai besar diminta bersiap menghadapi pengawasan lebih ketat. Pemerintah menilai perlu ada kontrol mendalam terhadap proses restitusi. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan restitusi diberikan secara tepat dan sesuai ketentuan.

Arahan Audit Restitusi Bernilai Signifikan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memerintahkan jajarannya untuk mencermati restitusi dalam jumlah besar. Audit akan difokuskan pada wajib pajak yang memperoleh pengembalian pajak bernilai signifikan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam proses restitusi.

“Sekarang saya kontrol restitusinya dalam pengertian yang besar-besar saya akan lihat betul. Tahun lalu yang besar-besar saya akan suruh audit orang-orang saya, ada yang main apa enggak,” katanya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap akuntabilitas fiskal. Pengawasan ketat diharapkan memperkuat kepercayaan terhadap sistem perpajakan.

Dampak Restitusi terhadap Penerimaan Negara

Pada tahun sebelumnya, pencairan restitusi pajak mencapai Rp361,15 triliun. Nilai tersebut memberikan tekanan besar terhadap pendapatan negara. Pemerintah menilai pengendalian restitusi menjadi faktor penting menjaga stabilitas penerimaan.

“Dari situ saja faktor pengurangan ke pendapatannya sudah banyak. Tahun lalu itu ada yang 2 tahun sebelumnya ditumpukin tahun lalu dan enggak dikontrol restitusinya,” ujarnya. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh. Pengawasan lebih ketat diharapkan mencegah penumpukan restitusi di masa mendatang.

Sektor Penyumbang Restitusi Terbesar

Kementerian Keuangan mencatat beberapa sektor menjadi penyumbang restitusi terbesar. Perdagangan besar khusus lainnya, industri minyak kelapa sawit, dan pertambangan batu bara mendominasi pengembalian pajak. Dinamika harga komoditas berpengaruh besar terhadap besaran restitusi.

Kenaikan restitusi dipicu oleh moderasi harga komoditas dan kebijakan percepatan restitusi. Selain itu, percepatan pemeriksaan permohonan restitusi turut meningkatkan pencairan. Faktor-faktor tersebut mendorong pemerintah melakukan evaluasi kebijakan yang lebih menyeluruh.

Isu Fiskal dan Tantangan Kebijakan Pajak

Selain pengawasan restitusi, pemerintah juga menghadapi berbagai tantangan fiskal lainnya. Strategi peningkatan rasio pajak, tekanan kelas menengah, dan belanja negara menjadi perhatian. Kebijakan fiskal diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut secara berimbang.

Penguatan pengawasan restitusi dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal. Pemerintah berkomitmen memastikan kebijakan pajak berjalan adil dan transparan. Dengan langkah ini, stabilitas penerimaan negara diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Terkini

BRI Super League Soroti Perjuangan Menit Bermain Supriadi

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:44 WIB

BNI Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:44 WIB

Reformasi Pasar Modal Perkuat Kepercayaan Investor

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB

Kolaborasi AI Dorong Optimisme Pasar Modal Global

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB

OJK Perkuat Tata Kelola Inovasi Keuangan Digital

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB