Program Berkelanjutan Distanbun Tingkatkan Kemandirian Petani Mimika

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:07:54 WIB
Program Berkelanjutan Distanbun Tingkatkan Kemandirian Petani Mimika

JAKARTA - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika menegaskan seluruh program pertanian tahun 2026 berjalan secara berkelanjutan. 

Berbagai kegiatan strategis disiapkan untuk mendukung sektor perkebunan, hortikultura, dan tanaman pangan. Pendekatan ini bertujuan memastikan produktivitas tetap tinggi sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal.

Di bidang perkebunan, pemerintah pusat memberikan dukungan berupa penataan sagu di beberapa distrik. Pengadaan bibit perkebunan juga tetap dilakukan untuk meningkatkan hasil panen petani. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kualitas dan kuantitas produksi secara konsisten.

Selain itu, Distanbun menekankan pentingnya keterlibatan aktif petani dalam setiap program. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, bukan sebagai pengelola utama. Model ini diharapkan menciptakan kemandirian sekaligus keberlanjutan jangka panjang.

Peningkatan Produksi Hortikultura

Sektor hortikultura menjadi salah satu fokus Distanbun di Mimika untuk tahun 2026. Rencana penanaman bawang seluas empat hektare di Distrik Wania diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan komoditas lokal. Program ini sekaligus memperkuat pasokan pangan di daerah dan mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Selain bawang, Distanbun mengoptimalkan pemanfaatan lahan hortikultura yang sudah ada. Pendampingan teknis kepada kelompok petani juga tetap berjalan. Dengan demikian, peningkatan kualitas hasil hortikultura dapat tercapai secara berkelanjutan.

Pendekatan ini menekankan pemberdayaan petani melalui akses bibit, pupuk, dan pelatihan. Petani diberikan kepercayaan untuk mengelola lahan sendiri. Langkah ini diyakini mendorong kemandirian sekaligus efisiensi produksi.

Dukungan Terhadap Tanaman Pangan

Bidang tanaman pangan tetap menjadi prioritas Distanbun Mimika. Pemerintah mendorong pemberdayaan petani melalui pembelian bibit langsung dari mereka sendiri. Distribusi bibit dan pupuk dilakukan secara terkoordinasi untuk memudahkan pelaksanaan penanaman.

Fokus utama mencakup jagung hibrida yang menjadi bahan baku penting pakan ternak. Dari total lahan yang dialokasikan, penanaman telah dimulai di berbagai distrik. Targetnya adalah mencakup seluruh lahan yang tersedia pada tahun ini.

Selain jagung, komoditas padi juga menjadi perhatian. Penanaman padi gogo di Distrik Agimuga menjadi salah satu strategi diversifikasi pangan. Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Mendorong Kemandirian Petani

Distanbun Mimika menekankan pentingnya kemandirian kelompok-kelompok petani. Bantuan pemerintah diberikan sebagai pendampingan, bukan ketergantungan jangka panjang. Hal ini bertujuan memastikan sektor pertanian tetap berkelanjutan meski tanpa intervensi langsung pemerintah.

Petani yang mandiri diharapkan mampu mengelola lahan secara konsisten. Pendekatan ini juga meminimalkan risiko ketergantungan terhadap subsidi atau bantuan berkala. Dengan model ini, pertanian di Mimika dapat terus berkembang tanpa mengorbankan keberlanjutan.

Pendampingan tetap tersedia jika diperlukan. Pemerintah daerah membuka ruang bagi program lanjutan maupun konsultasi teknis. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kemampuan petani lokal.

Fokus Jangka Panjang dan Ketahanan Pangan

Semua program pertanian di Mimika diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan jangka panjang. Integrasi antara perkebunan, hortikultura, dan tanaman pangan menjadi strategi utama. Dengan sinergi ini, daerah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal secara mandiri.

Pengelolaan lahan secara berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan. Dukungan pemerintah, bibit unggul, dan pendampingan teknis disinergikan untuk memaksimalkan hasil. Strategi ini juga mendorong peningkatan kualitas hidup petani melalui pendapatan yang stabil.

Melalui langkah-langkah tersebut, Mimika menunjukkan komitmen pada pertanian modern dan berkelanjutan. Setiap program diarahkan untuk menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Hasilnya adalah pertanian yang produktif, mandiri, dan tahan terhadap tantangan pangan masa depan.

Terkini