Biodiesel Dorong Kemandirian Energi Nasional Berkelanjutan

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:03:14 WIB
Biodiesel Dorong Kemandirian Energi Nasional Berkelanjutan

JAKARTA - Upaya menekan emisi karbon dan ketergantungan impor BBM kini makin menguat seiring penguatan kebijakan biodiesel. 

Mandatori campuran B40 berjalan sebagai bagian dari strategi jangka menengah menuju kemandirian energi nasional. Dalam waktu dekat, peluang peningkatan menuju B50 terus dikaji dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan pasokan.

Secara regulasi, peningkatan campuran biodiesel dinilai memungkinkan karena uji kendaraan untuk B50 tengah berlangsung. Pemerintah memandang transisi ini perlu dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan gangguan pada rantai pasok energi. Kebijakan tersebut dirancang agar selaras dengan agenda penguatan energi terbarukan.

Kerangka kebijakan energi terbaru disiapkan untuk menjawab tantangan penurunan produksi minyak domestik. Kebutuhan energi nasional yang terus meningkat menjadi faktor pendorong penyempurnaan regulasi. Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi menuntut pasokan energi yang lebih mandiri dan stabil.

Peran Strategis Biodiesel

Biodiesel kini ditempatkan sebagai pilar kebijakan energi lintas sektor yang berorientasi pada ketahanan nasional. Sawit dan turunannya diposisikan sebagai sumber energi terbarukan yang juga berkaitan dengan agenda ketahanan pangan. Peran ini dipandang strategis dalam memperkuat swasembada energi jangka panjang.

“Biodiesel berperan strategis dalam swasembada energi. Sawit dan turunannya menjadi sumber energi terbarukan sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa arah kebijakan energi mengaitkan aspek energi, pangan, dan keberlanjutan. Pendekatan lintas sektor dinilai penting agar kebijakan berjalan konsisten.

Realisasi biodiesel sepanjang tahun lalu mencapai 14,2 juta kiloliter. Capaian tersebut mampu mengurangi impor solar sekitar 3,3 juta kiloliter. Kontribusi ini dinilai berdampak langsung pada penguatan indeks ketahanan energi nasional.

Capaian dan Kesiapan Industri

Program campuran biodiesel saat ini tetap bertahan di level B40 sepanjang tahun berjalan. Implementasi B50 masih menunggu kesiapan pasokan serta hasil uji teknis kendaraan. Pemerintah ingin memastikan transisi berlangsung aman dan berkelanjutan bagi industri.

“Kita ingin transisi berjalan bertahap, agar suplai dan industri siap. Target akhirnya jelas, yaitu kemandirian dan kedaulatan energi,” kata Fadhil. Pernyataan ini menegaskan bahwa percepatan kebijakan tetap disertai kehati-hatian. Stabilitas pasokan menjadi faktor utama dalam setiap langkah peningkatan campuran.

Kapasitas terpasang industri biodiesel pada tahun berjalan mencapai 22 juta kiloliter. Alokasi penyaluran ditetapkan sekitar 16,5 juta kiloliter untuk memenuhi kebutuhan program. Realisasi tahun sebelumnya mendekati target, mencerminkan kesiapan industri dalam menopang kebijakan nasional.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Sejak awal pengembangannya, riset biodiesel sawit telah berlangsung sejak dekade 1990-an. Konsumsi yang semula sekitar 1 juta kiloliter kini melonjak hingga sekitar 15 juta kiloliter. Perkembangan ini menunjukkan konsistensi arah kebijakan energi terbarukan.

Program biodiesel selama satu dekade terakhir menghasilkan penghematan devisa negara yang signifikan. Selain itu, penurunan emisi karbon tercatat dalam skala besar sebagai kontribusi pada agenda iklim. Dampak ekonomi dan lingkungan tersebut memperkuat legitimasi kebijakan biodiesel nasional.

Skema insentif berbasis selisih harga solar disiapkan untuk menjaga keberlanjutan program. Skema ini mencakup sektor PSO dan non-PSO agar distribusi manfaat tetap merata. Pemerintah memandang keberlanjutan fiskal sebagai penopang utama konsistensi kebijakan.

Dukungan Hulu dan Tantangan Pasokan

Indonesia kini dikenal sebagai salah satu pelaksana program biodiesel terbesar di dunia. Banyak negara menjadikan pengalaman nasional sebagai rujukan implementasi campuran hingga B40 secara nasional. Skala program ini mencerminkan kekuatan ekosistem industri dari hulu hingga hilir.

“Kita sering disebut ‘big brother’ biodiesel. Skala kita paling besar di dunia,” ujarnya. Program B40 melibatkan sekitar 1,9 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Penghematan devisa pada tahun sebelumnya tercatat mencapai sekitar Rp140 triliun.

Industri menyatakan kesiapan meningkatkan kapasitas menuju B50 dengan pendekatan hati-hati. “B40 saat ini sudah ideal dan berkelanjutan. Ke depan kita tetap optimistis, selama kebijakan disiapkan matang bersama sektor hulu,” kata Ernest. 

Dari sisi perkebunan, pelaku usaha menyatakan dukungan sembari menekankan pentingnya perhitungan bahan baku, dengan berbagai upaya peningkatan produktivitas seperti replanting, riset, dan inovasi penyerbukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan.

Terkini

BRI Super League Soroti Perjuangan Menit Bermain Supriadi

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:44 WIB

BNI Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:44 WIB

Reformasi Pasar Modal Perkuat Kepercayaan Investor

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB

Kolaborasi AI Dorong Optimisme Pasar Modal Global

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB

OJK Perkuat Tata Kelola Inovasi Keuangan Digital

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:43 WIB