Memahami Ragam Gangguan Mental yang Dialami Anak

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:41 WIB
Memahami Ragam Gangguan Mental yang Dialami Anak

JAKARTA - Masalah kesehatan mental pada anak kerap luput dari perhatian karena gejalanya dianggap wajar. 

Padahal, gangguan mental dapat memengaruhi tumbuh kembang, emosi, serta kemampuan sosial anak. Salah satu kondisi yang paling sering dialami adalah gangguan kecemasan.

Gangguan kecemasan pada anak ditandai dengan rasa takut, cemas, dan khawatir yang muncul secara berlebihan. Perasaan ini sulit dikendalikan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak. Jika tidak ditangani, kecemasan dapat berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.

Psikolog klinis anak dan remaja, Monica Sulistiawati, menjelaskan bahwa gangguan kecemasan terbagi ke dalam beberapa jenis. Setiap jenis memiliki ciri dan dampak yang berbeda pada anak. Pemahaman yang tepat membantu orang tua mengenali tanda sejak dini.

Jenis Gangguan Kecemasan pada Anak

General Anxiety Disorder membuat anak merasa cemas berlebihan terhadap hal-hal yang sebenarnya biasa. Anak dapat merasa khawatir pada penampilan, nilai pelajaran, atau ekspektasi orang lain. Kondisi ini dapat membentuk karakter perfeksionis sejak usia dini.

Panic disorder ditandai dengan kepanikan luar biasa saat menghadapi situasi tertentu. Anak dapat mengalami reaksi fisik dan emosional secara mendadak. Kondisi ini sering muncul ketika anak harus tampil di depan umum.

Separation Anxiety Disorder terjadi ketika anak merasa sangat cemas saat berpisah dengan orang terdekat. Kecemasan dapat muncul meski perpisahan hanya berlangsung singkat. Kondisi ini dapat mengganggu kemandirian anak.

Kecemasan Sosial dan Respons Emosional Anak

Social anxiety disorder muncul saat anak merasa cemas berlebihan ketika berinteraksi sosial. Anak cenderung menarik diri dari lingkungan yang baru atau asing. Dampaknya, anak dapat kesulitan menjalin pertemanan di usia sekolah.

Selective mutism ditandai dengan sikap diam mendadak dalam situasi tertentu. Anak menjadi minim aktivitas, menundukkan kepala, dan menjauh dari lingkungan sekitar. Kondisi ini biasanya tidak muncul saat anak berada di tempat yang membuatnya nyaman.

Fobia juga termasuk gangguan kecemasan yang umum terjadi pada anak. Rasa takut muncul secara berlebihan terhadap pemicu tertentu seperti hewan, ketinggian, atau makanan. Reaksi ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari anak.

Gangguan Kecemasan Lanjutan dan Trauma

Obsessive Compulsive Disorder membuat anak memiliki obsesi berlebihan terhadap suatu hal. Anak merasa cemas dan tidak nyaman jika kebiasaan tersebut tidak terpenuhi. Contohnya adalah kebutuhan ekstrem terhadap kerapian.

Post-traumatic Stress Disorder terjadi setelah anak mengalami peristiwa traumatis. Anak dapat merasakan ketakutan berlebihan saat menghadapi situasi yang mengingatkannya pada trauma. Kondisi ini kerap dialami anak yang pernah mengalami kejadian menakutkan.

Selain kecemasan, anak juga dapat mengalami masalah mental lainnya. Gangguan ini memerlukan perhatian khusus agar tidak berdampak jangka panjang. Setiap kondisi memiliki karakteristik yang berbeda.

Masalah Mental Anak dan Peran Orang Tua

Attention Deficit Hyperactivity Disorder membuat anak sangat aktif dan sulit dikendalikan. Anak juga mengalami kesulitan fokus dan cenderung bertindak impulsif. Kondisi ini berbeda dengan anak aktif pada umumnya.

Autism Spectrum Disorder merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi komunikasi dan perilaku. Anak mengalami kesulitan berinteraksi sosial dan memiliki minat terbatas. Gejala biasanya muncul sejak usia dini.

Disruptive behavior disorders ditandai dengan perilaku melanggar aturan dan tidak kooperatif. Jika tidak ditangani, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang bermasalah secara sosial. Eating disorder juga dapat muncul dalam bentuk makan terlalu sedikit atau berlebihan.

Berbagai gangguan mental anak dapat dipicu oleh faktor genetik, tekanan lingkungan, dan pengalaman hidup. Mengetahui penyebab membantu menentukan penanganan yang tepat. Pendampingan tenaga profesional sangat disarankan bagi orang tua.

Terkini

10 Rekomendasi Smartwatch Untuk Olahraga Terbaik

Kamis, 29 Januari 2026 | 20:20:22 WIB

Jasa Marga Optimalkan Kenyamanan Tol Jakarta Tangerang

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB

KAI Siapkan Mudik Lebaran Aman dan Nyaman 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB

Panduan Lengkap Pemutihan BPJS Kesehatan Menjelang 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB