Balikpapan Matangkan Kawasan Olahraga Terpadu Berbasis Sport Tourism

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:39 WIB
Balikpapan Matangkan Kawasan Olahraga Terpadu Berbasis Sport Tourism

JAKARTA - Pemerintah Kota Balikpapan tengah mengarahkan perhatian serius pada pengembangan ruang publik yang berorientasi pada olahraga dan pariwisata. 

Salah satu fokus utama adalah pematangan rencana Kawasan Olahraga Terpadu yang diharapkan menjadi pusat aktivitas lintas sektor. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat latihan atlet, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat.

Konsep pengembangan Kawasan Olahraga Terpadu dinilai sejalan dengan kebutuhan kota yang terus berkembang. Balikpapan membutuhkan fasilitas yang mampu menampung aktivitas olahraga, seni, dan rekreasi secara terintegrasi. Pendekatan sport tourism menjadi nilai tambah yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal.

Saat ini, kawasan tersebut masih berada dalam tahap pengelolaan awal dengan pemanfaatan terbatas. Pengelolaan dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah bersama dinas terkait. Meski bersifat semi permanen, kawasan ini sudah mulai dimanfaatkan oleh beberapa komunitas olahraga.

Kondisi Pengelolaan Kawasan Saat Ini

Pengelolaan Kawasan Olahraga Terpadu masih berada dalam tahap transisi. Pemerintah kota belum melakukan pembangunan permanen secara menyeluruh di area tersebut. Namun demikian, aktivitas olahraga sudah mulai berjalan secara bertahap.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa kawasan tersebut telah digunakan oleh beberapa cabang olahraga. Panahan dan softball menjadi contoh cabang yang memanfaatkan lapangan untuk latihan rutin. Pemanfaatan ini menjadi langkah awal sebelum pengembangan lebih besar dilakukan.

“Untuk sementara, kawasan olahraga terpadu ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa cabang olahraga, seperti panahan dan softball. Mereka berlatih di lapangan yang tersedia, namun sifatnya masih belum permanen,” ujar Ratih. 

Ia menilai kondisi tersebut masih memerlukan pembenahan menyeluruh. Pemerintah kota menjadikannya dasar untuk menyusun perencanaan jangka panjang.

Dasar Perencanaan Jangka Panjang

Pemanfaatan awal kawasan menjadi pijakan penting dalam penyusunan konsep pengembangan berikutnya. Pemerintah kota melakukan pemetaan kebutuhan agar kawasan dapat berkembang secara optimal. Perencanaan ini diarahkan untuk menciptakan pusat olahraga terpadu yang representatif.

Menurut Ratih, Balikpapan membutuhkan satu sentral olahraga yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung. Kawasan ini diharapkan mampu menampung aktivitas latihan, kompetisi, hingga pembinaan atlet. Selain itu, masyarakat umum juga dapat memanfaatkan kawasan sebagai ruang publik.

“Ke depan, kami berharap kawasan ini bisa menjadi pusat olahraga terpadu yang benar-benar layak. Tidak hanya untuk latihan, tetapi juga untuk penyelenggaraan event, pembinaan atlet, hingga kegiatan masyarakat,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan arah pembangunan yang inklusif. Pemerintah ingin kawasan tersebut menjadi milik bersama.

Konsep Multifungsi dan Integrasi Fasilitas

Selain fokus pada olahraga, pemerintah kota juga mengkaji pengembangan kawasan secara multifungsi. Pendekatan ini bertujuan agar kawasan tetap hidup sepanjang waktu. Aktivitas tidak hanya bergantung pada agenda olahraga semata.

Ratih menjelaskan bahwa salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan convention hall. Fasilitas tersebut akan terintegrasi dengan sarana olahraga dan kesenian. Dengan konsep ini, kawasan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan berskala besar.

“Kami sedang memapping kemungkinan pengembangan, apakah nanti akan dilengkapi dengan gedung kesenian, convention hall, serta konsep sport tourism,” tambahnya. Ia menilai konsep tersebut penting untuk menarik wisatawan. Selain itu, kawasan juga dapat menggerakkan ekonomi kreatif lokal.

Sinergi dan Tahapan Pembangunan

Pengembangan Kawasan Olahraga Terpadu membutuhkan kerja sama lintas perangkat daerah. Pemerintah kota menilai sinergi menjadi kunci agar perencanaan berjalan efektif. Setiap tahapan pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Ratih menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dalam merealisasikan rencana tersebut. Oleh karena itu, perencanaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Yang terpenting, pembangunan ini harus memberi manfaat luas, bukan hanya untuk atlet, tetapi juga masyarakat umum,” ungkapnya. Ia menekankan keseimbangan antara olahraga, seni, dan pariwisata. Ketiga sektor tersebut diharapkan saling menguatkan.

Harapan Menjadi Ikon Kota

Dengan perencanaan yang matang, pemerintah kota optimistis kawasan ini akan berkembang sesuai harapan. Kawasan Olahraga Terpadu diproyeksikan menjadi ikon baru Balikpapan. Keberadaannya diharapkan memperkuat identitas kota sebagai ruang hidup yang sehat.

Selain sebagai pusat kegiatan, kawasan ini juga diarahkan menjadi ruang publik yang inklusif. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Interaksi sosial diharapkan tumbuh secara alami melalui berbagai kegiatan.

Ke depan, Kawasan Olahraga Terpadu diharapkan memiliki daya saing yang kuat. Sport tourism menjadi salah satu penggerak utama yang akan dikembangkan. Dengan pendekatan tersebut, Balikpapan berupaya menghadirkan kawasan yang produktif, berkelanjutan, dan membanggakan.

Terkini

Jasa Marga Optimalkan Kenyamanan Tol Jakarta Tangerang

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB

KAI Siapkan Mudik Lebaran Aman dan Nyaman 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB

Panduan Lengkap Pemutihan BPJS Kesehatan Menjelang 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB

Panduan Aktivasi Ulang BPJS Kesehatan PBI Nonaktif

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB