Harga Minyak Global Menguat Didorong Sentimen Geopolitik

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:21:06 WIB
Harga Minyak Global Menguat Didorong Sentimen Geopolitik

JAKARTA - Pasar minyak dunia menunjukkan ketahanan harga yang kuat pada perdagangan terbaru. 

Harga bertahan di sekitar level tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap faktor global.

Penguatan harga terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik internasional. Isu terkait Iran menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Selain itu, pelemahan dolar Amerika Serikat turut memberikan dukungan tambahan.

Kombinasi faktor politik dan pergerakan mata uang menciptakan dorongan signifikan bagi harga minyak. Investor memandang kondisi ini sebagai sinyal berkurangnya tekanan jangka pendek. Pasar pun bergerak dengan kecenderungan positif.

Kinerja Minyak Brent dan WTI

Harga minyak mentah Brent mencatat kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan. Kontrak Brent ditutup menguat 83 sen atau sekitar 1,23 persen ke level US$ 68,40 per barel. Capaian ini menempatkan Brent di jalur penguatan bulanan yang solid.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS juga mengalami kenaikan. Harga WTI menguat 82 sen atau sekitar 1,31 persen menjadi US$ 63,21 per barel. Kenaikan ini memperkuat tren positif di pasar energi global.

Kedua acuan utama tersebut mencatatkan kinerja bulanan terbaik secara persentase sejak pertengahan 2023. Sepanjang bulan berjalan, harga Brent diperkirakan melonjak sekitar 12 persen. WTI juga diproyeksikan naik sekitar 10 persen dalam periode yang sama.

Pengaruh Ketegangan Politik Global

Sentimen geopolitik kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar minyak. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya. Pernyataan tersebut memicu respons keras dari pihak Iran.

Trump memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih keras apabila kesepakatan tidak tercapai. Pemerintah Iran menyatakan akan melakukan perlawanan besar jika terjadi serangan. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan minyak.

Ketegangan semakin terasa setelah pengerahan kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah. Sebuah kapal induk AS beserta kapal perang pendukungnya dilaporkan telah tiba di wilayah tersebut. Langkah ini mempertegas eskalasi situasi geopolitik.

Dinamika Diplomasi dan Respons Pasar

Di tengah ketegangan, pasar juga mencermati perkembangan diplomasi global. Harapan terhadap tercapainya perdamaian antara Rusia dan Ukraina sempat menahan laju penguatan harga. Faktor ini menciptakan keseimbangan sentimen di pasar minyak.

Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, menyatakan bahwa pasar sempat menguat karena kekhawatiran pengerahan armada militer AS. Namun, penguatan tersebut tertahan oleh optimisme terhadap jalur diplomasi. Komentar ini mencerminkan ketidakpastian arah pasar.

Pembicaraan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat dijadwalkan kembali digelar di Abu Dhabi. Pertemuan ini dipandang sebagai langkah penting dalam meredakan konflik. Pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan tersebut dengan penuh perhatian.

Faktor Stok dan Prospek Harga

Selain faktor geopolitik, data fundamental turut mendukung pergerakan harga minyak. Stok minyak mentah Amerika Serikat dilaporkan mengalami penurunan. Penurunan ini tercatat melampaui perkiraan pasar sebelumnya.

Berkurangnya persediaan menandakan permintaan yang tetap kuat. Kondisi ini memperkuat keyakinan pasar terhadap stabilitas konsumsi energi. Faktor fundamental tersebut memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak.

Dengan kombinasi sentimen geopolitik dan data persediaan, pasar minyak bergerak dalam tren positif. Investor tetap mencermati perkembangan global yang dapat memicu volatilitas. Prospek harga ke depan masih sangat dipengaruhi dinamika politik dan ekonomi internasional.

Terkini

Jasa Marga Optimalkan Kenyamanan Tol Jakarta Tangerang

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB

KAI Siapkan Mudik Lebaran Aman dan Nyaman 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB

Panduan Lengkap Pemutihan BPJS Kesehatan Menjelang 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB

Panduan Aktivasi Ulang BPJS Kesehatan PBI Nonaktif

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54:54 WIB