BMKG Imbau Kewaspadaan Cuaca Hujan Meluas Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 | 14:41:25 WIB
BMKG Imbau Kewaspadaan Cuaca Hujan Meluas Nasional

JAKARTA - Perubahan pola cuaca kembali menjadi perhatian di berbagai wilayah Indonesia. 

Kondisi atmosfer saat ini memicu potensi hujan dengan intensitas beragam yang dapat terjadi hampir merata. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca basah yang menyertai aktivitas harian.

Potensi hujan tidak hanya terjadi secara lokal, tetapi mencakup banyak kota besar dan daerah sekitarnya. Fenomena ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang aktif di sejumlah perairan Indonesia. Dampaknya dapat dirasakan dalam bentuk hujan ringan hingga hujan lebat disertai petir.

Cuaca seperti ini memerlukan kesiapsiagaan masyarakat, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan. Informasi prakiraan cuaca menjadi panduan penting untuk mengurangi risiko. Kewaspadaan dini diharapkan mampu meminimalkan dampak yang tidak diinginkan.

Wilayah Berpotensi Hujan Intensitas Ringan

Sejumlah wilayah diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan. Kota-kota seperti Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang termasuk dalam kategori ini. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Bandar Lampung dan Bandung.

Selain itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Semarang, Yogyakarta, dan Tanjung Selor. Wilayah Denpasar, Mamuju, Kendari, serta Ambon juga masuk dalam prakiraan hujan ringan. Beberapa daerah di Papua seperti Jayawijaya dan Merauke turut berpotensi mengalami kondisi serupa.

Meski tergolong ringan, hujan tetap dapat memengaruhi mobilitas masyarakat. Jalanan licin dan jarak pandang berkurang perlu diantisipasi. Kesiapan sederhana seperti perlengkapan hujan dapat membantu aktivitas tetap berjalan lancar.

Daerah dengan Cuaca Berawan Tebal hingga Berkabut

Selain hujan, beberapa wilayah diperkirakan mengalami kondisi berawan tebal hingga berkabut. Kota Banda Aceh dan Medan termasuk daerah yang berpotensi mengalami cuaca tersebut. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Tanjung Pinang dan Palembang.

Wilayah Pontianak, Palu, dan Gorontalo turut diprakirakan berawan tebal. Di kawasan timur, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, dan Nabire juga berpotensi mengalami kabut. Situasi ini dapat memengaruhi jarak pandang terutama pada pagi dan malam hari.

Cuaca berawan tebal hingga berkabut berpotensi mengganggu transportasi darat dan udara. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat berkendara. Penggunaan lampu dan kecepatan yang aman menjadi langkah antisipasi yang penting.

Hujan Sedang hingga Disertai Petir

Beberapa kota besar diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Wilayah seperti Serang, Jakarta, dan Surabaya termasuk dalam kategori ini. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Mataram dan Makassar.

Sementara itu, hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Samarinda dan Banjarmasin. Kota Padang dan Kupang juga masuk dalam wilayah dengan potensi hujan petir. Fenomena ini berisiko menimbulkan gangguan aktivitas dan keselamatan.

Hujan disertai petir perlu mendapat perhatian khusus. Aktivitas luar ruang sebaiknya dibatasi saat kondisi cuaca memburuk. Masyarakat disarankan menghindari area terbuka dan berlindung di tempat aman.

Faktor Atmosfer Pemicu Cuaca Basah

Kondisi cuaca yang meluas dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer. Pemantauan meteorologi menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan. Pola ini berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap pembentukan awan hujan.

Sirkulasi tersebut terpantau dari Samudera Hindia bagian barat Sumatera hingga Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya. Aliran udara lembap dari wilayah perairan memperkuat potensi hujan di daratan. Interaksi ini menyebabkan cuaca menjadi lebih aktif.

Fenomena atmosfer seperti ini umum terjadi pada periode tertentu. Namun, intensitasnya dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem. Pemahaman terhadap faktor pemicu membantu masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca.

Peringatan Dini dan Potensi Dampak Cuaca Ekstrem

Peringatan dini diberikan untuk wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Pulau Jawa serta Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat menjadi wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Potensi ini diperkirakan berlangsung setidaknya dalam 24 jam ke depan.

Hujan berintensitas tinggi dapat memicu bencana hidrometeorologi. Risiko yang mungkin terjadi meliputi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Angin puting beliung juga dapat muncul akibat kondisi atmosfer yang tidak stabil.

Masyarakat di wilayah rawan diimbau untuk tetap siaga. Pemantauan lingkungan sekitar dan kesiapan evakuasi menjadi langkah penting. Dengan kewaspadaan bersama, dampak cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin.

Terkini