Rambut Rontok Tak Kunjung Reda? Ini 6 Bahan Alami yang Dipercaya Membantu Mengurangi Rambut Rontok

Senin, 19 Januari 2026 | 10:38:19 WIB
Rambut Rontok Tak Kunjung Reda? Ini 6 Bahan Alami yang Dipercaya Membantu Mengurangi Rambut Rontok

JAKARTA - Kerontokan rambut kerap menjadi masalah yang mengganggu kepercayaan diri, baik pada pria maupun perempuan.

Rambut yang semakin menipis, mudah patah, atau rontok berlebihan sering kali membuat seseorang mencari berbagai cara untuk menghentikannya. Selain perawatan medis, banyak orang mulai melirik bahan alami sebagai alternatif yang dianggap lebih aman dan minim efek samping.

Sejumlah tanaman, minyak esensial, dan ramuan herbal dipercaya mampu membantu mendukung pertumbuhan rambut serta menjaga kesehatan kulit kepala. Bahan seperti rosemary, minyak jarak, hingga lidah buaya telah lama digunakan dalam perawatan tradisional, dan kini mulai mendapat perhatian dari dunia penelitian modern. Potensi inilah yang memberikan harapan bagi mereka yang mengalami kerontokan rambut atau alopecia.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa sebagian besar penelitian yang ada masih berskala terbatas, terutama pada manusia. Tidak semua bahan alami memiliki bukti klinis kuat, dan respons setiap individu bisa berbeda. Selain itu, suplemen herbal yang dikonsumsi secara oral berpotensi berinteraksi dengan obat lain, bahkan dapat memicu reaksi alergi atau efek samping tertentu.

Oleh karena itu, bagi Anda yang mengalami rambut rontok cukup parah, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum mencoba produk atau ramuan alami. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan serta efektivitas perawatan yang dipilih.

Berikut enam bahan alami yang kerap disebut dapat membantu mengatasi rambut rontok, melansir Very Well Health, Senin, 8 Desember 2025.

1. Minyak Lavender

Minyak lavender merupakan salah satu minyak esensial yang cukup banyak diteliti terkait manfaatnya bagi pertumbuhan rambut. Dalam sebuah studi pada hewan percobaan, pengolesan minyak lavender pada tikus menunjukkan hasil berupa pertumbuhan rambut yang lebih cepat dan helai rambut yang tampak lebih tebal dibandingkan kelompok kontrol.

Selain mendukung pertumbuhan rambut, lavender juga dikenal luas karena sifat terapeutiknya. Minyak ini memiliki efek antibakteri dan anti-inflamasi, serta sering digunakan dalam aromaterapi untuk membantu meredakan stres dan meningkatkan kualitas tidur. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan produk topikal berbahan lavender dapat memicu iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang yang memiliki kulit sensitif.

2. Ekor Kuda

Tanaman ekor kuda mengandung silika, senyawa mineral yang diyakini berperan penting dalam menjaga kekuatan rambut. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa silika dapat membantu mengatasi kerontokan, khususnya pada wanita yang mengalami penipisan rambut sementara.

Sebuah studi pada 2016 menunjukkan bahwa partisipan yang mengonsumsi silikon setiap hari selama sembilan bulan mengalami peningkatan kekuatan rambut dan penurunan risiko kerusakan. Meski hasilnya cukup menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang serta efektivitas tanaman ekor kuda sebagai solusi utama pertumbuhan rambut.

3. Rosemary

Minyak rosemary termasuk minyak esensial yang paling sering digunakan untuk perawatan rambut, terutama pada penderita alopecia androgenetik. Jenis kerontokan ini berkaitan dengan hormon testosteron yang memengaruhi folikel rambut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa rosemary berpotensi meningkatkan pertumbuhan rambut secara signifikan.

Bahkan, sebuah studi pada 2023 yang dilakukan pada hewan menemukan bahwa losion berbasis rosemary berpotensi lebih efektif dibandingkan losion minoxidil dua persen. Dalam perbandingan langsung, penggunaan minyak rosemary yang dioleskan ke kulit kepala dua kali sehari selama enam bulan terbukti memberikan hasil yang setara dengan penggunaan minoxidil dalam periode yang sama.

4. Minyak Jarak

Minyak jarak atau castor oil telah lama dikenal sebagai bahan serbaguna dalam dunia kesehatan. Meski disetujui FDA sebagai obat pencahar, minyak ini juga kerap digunakan secara topikal untuk perawatan rambut dan kulit kepala.

Sebuah studi pada 2025 meneliti efek minyak jarak yang dikombinasikan dengan rosemary, serta campuran rosemary-lavender yang mengandung minyak jarak. Penelitian ini melibatkan 90 orang selama tiga bulan, dengan minyak kelapa sebagai pembanding. Hasilnya menunjukkan bahwa campuran rosemary-jarak membantu memperkuat rambut dan meningkatkan produksi keratin. Namun, penelitian tersebut belum dapat memastikan bahan mana yang paling berperan, sementara minyak kelapa tidak menunjukkan manfaat signifikan bagi pertumbuhan rambut.

5. Ginseng

Ginseng dikenal sebagai ramuan yang berperan dalam mengatur siklus pertumbuhan rambut. Tanaman ini memengaruhi ekspresi serta aktivitas protein yang terlibat dalam fase pertumbuhan rambut, sehingga berpotensi merangsang tumbuhnya rambut baru.

Selain itu, ginseng juga diyakini mampu membantu mencegah kerontokan yang semakin parah. Dengan mekanisme kerja yang berkaitan langsung dengan regulasi protein, ginseng menjadi salah satu bahan alami yang menjanjikan untuk mendukung kepadatan dan kesehatan rambut secara keseluruhan.

6. Lidah Buaya

Lidah buaya telah lama dimanfaatkan untuk perawatan kulit dan rambut. Losion topikal berbahan lidah buaya sering digunakan untuk mengatasi dermatitis seboroik, yaitu kondisi kulit kepala yang dapat memicu kerontokan rambut. Dengan menjaga kesehatan kulit kepala, lidah buaya membantu menciptakan lingkungan yang lebih optimal bagi pertumbuhan rambut.

Dalam sebuah penelitian yang mengombinasikan gel lidah buaya, minyak oregano, dan finasteride, para peneliti menemukan bahwa formulasi tersebut efektif dalam mengatasi alopecia. Temuan ini menunjukkan bahwa lidah buaya dapat menjadi komponen penting dalam pengembangan perawatan alami untuk masalah penipisan rambut.

Terkini