JAKARTA - Saat pilek menyerang, tubuh seolah memberi sinyal bahwa sistem pertahanan sedang bekerja ekstra.
Kondisi ini kerap ditandai dengan hidung tersumbat, tenggorokan terasa gatal atau nyeri, batuk ringan hingga badan yang terasa kurang bertenaga. Meski tergolong penyakit ringan, pilek dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Banyak orang memilih mengandalkan obat-obatan yang dijual bebas untuk meredakan gejalanya. Namun, selain istirahat yang cukup dan menjaga asupan cairan, pemilihan makanan juga memegang peranan penting dalam proses pemulihan tubuh. Salah satu bahan alami yang sering disebut-sebut bermanfaat saat pilek adalah bawang putih.
Bawang putih bukan sekadar bumbu dapur pelengkap masakan. Sejak lama, bahan ini dikenal dalam pengobatan tradisional karena kandungan senyawa aktif di dalamnya. Aroma yang kuat dan rasa yang tajam ternyata menyimpan potensi besar dalam mendukung kesehatan, terutama ketika daya tahan tubuh sedang menurun akibat infeksi virus penyebab pilek.
Tidak mengherankan jika bawang putih sering digunakan sebagai solusi rumahan saat flu dan pilek. Lantas, apa saja manfaat makan bawang putih ketika pilek melanda? Berikut ulasannya.
Manfaat Makan Bawang Putih saat Pilek
Melansir dari laman Verywell Health, terdapat beberapa manfaat makan bawang putih yang dapat membantu tubuh menghadapi pilek.
1. Mendukung Kerja Sistem Kekebalan Tubuh
Salah satu manfaat utama bawang putih adalah kemampuannya dalam mendukung fungsi sistem imun. Menambahkan bawang putih, termasuk dalam bentuk ekstrak bawang putih tua, ke dalam pola makan harian dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Kandungan senyawa aktif di dalam bawang putih berpotensi mengurangi peradangan sekaligus mendukung kerja sel-sel kekebalan. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa konsumsi ekstrak bawang putih tua secara rutin selama 90 hari menunjukkan peningkatan aktivitas sel imun. Sel imun yang bekerja lebih optimal membantu tubuh melawan virus dan kuman penyebab penyakit dengan lebih efektif.
Dengan sistem kekebalan yang lebih siap, tubuh memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi pilek tanpa keluhan yang terlalu berat.
2. Membantu Meringankan Gejala Pilek
Selain meningkatkan daya tahan tubuh, konsumsi bawang putih juga dikaitkan dengan berkurangnya intensitas gejala pilek. Beberapa orang melaporkan gejala saluran pernapasan atas yang lebih ringan, seperti batuk, sakit tenggorokan, atau hidung tersumbat.
Efek ini diyakini berkaitan dengan meningkatnya jumlah sel kekebalan dalam tubuh. Respons imun yang lebih kuat membuat tubuh lebih sigap melawan virus penyebab pilek. Akibatnya, gejala yang muncul tidak terlalu mengganggu dan dapat ditangani dengan lebih baik.
Meskipun tidak langsung menghilangkan gejala, bawang putih dapat menjadi pendukung alami agar keluhan pilek terasa lebih ringan.
3. Membantu Mempercepat Proses Pemulihan
Pilek umumnya akan sembuh dengan sendirinya, tetapi lamanya proses pemulihan bisa berbeda pada setiap orang. Dalam hal ini, bawang putih berpotensi membantu mempercepat pemulihan tubuh.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih secara rutin dapat mengurangi jumlah hari ketika tubuh terasa tidak fit dan sulit beraktivitas. Bahkan, ada indikasi bahwa bawang putih dapat membantu memperpendek durasi pilek serta menurunkan frekuensi pilek dalam satu musim.
Meski demikian, manfaat ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya secara menyeluruh. Bawang putih sebaiknya dipandang sebagai pendukung, bukan pengganti pengobatan medis.
Berapa Banyak Bawang Putih yang Sebaiknya Dikonsumsi?
Hingga saat ini, belum ada aturan baku mengenai jumlah bawang putih utuh yang harus dikonsumsi untuk membantu meredakan pilek. Setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda terhadap konsumsi bawang putih.
Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi sekitar 2,5 gram ekstrak bawang putih tua per hari dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi gejala pilek, serta mempercepat proses pemulihan. Jumlah ini dapat menjadi gambaran umum, meski kebutuhan individu tetap bisa berbeda-beda.
Apakah Konsumsi Bawang Putih Aman?
Secara umum, bawang putih utuh aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang selama tidak memiliki alergi. Meski begitu, konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek samping, seperti bau mulut dan tubuh, sakit perut, perut kembung, hingga rasa mual.
Penggunaan suplemen bawang putih perlu mendapat perhatian khusus. Suplemen ini dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah atau aspirin. Selain itu, suplemen bawang putih juga berpotensi tidak aman bagi ibu hamil dan menyusui.
Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi suplemen bawang putih atau produk herbal lainnya.