JAKARTA - Pemerintah kembali menjadi sorotan terkait pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026. Publik menunggu kepastian kapan pendaftaran resmi dibuka, setelah tahun 2025 seleksi CPNS tidak digelar.
Hingga kini, pemerintah menegaskan belum ada keputusan final terkait jadwal pendaftaran CPNS 2026.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menghitung kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementerian dan lembaga.
Meski belum ada kepastian tanggal, pemerintah memastikan peluang pembukaan CPNS tetap terbuka. Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyampaikan bahwa seleksi CPNS ke depan akan fokus pada lulusan baru atau fresh graduate.
“Kemarin kita memang banyak fokus untuk menyelesaikan tenaga honorer. Ke depannya saya sih berharap bisa fokus kepada para fresh graduate untuk ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi,” ujar Rini.
Peluang bagi Fresh Graduate
Rini menjelaskan bahwa Kementerian PAN-RB telah meminta semua kementerian dan lembaga melakukan analisis kebutuhan pegawai sesuai strategi pembangunan lima tahun ke depan. Analisis tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi jabatan yang benar-benar membutuhkan regenerasi ASN.
“Tentunya saya sangat concern terhadap bagaimana regenerasi untuk para ASN dan tentunya para fresh graduate,” tambahnya. Analisis kebutuhan pegawai juga dilakukan pada kementerian dan lembaga baru, untuk memastikan ada posisi yang membutuhkan tambahan personel.
Sebagai catatan, pendaftaran CPNS terakhir digelar pada Agustus 2024 dengan total 250.407 formasi yang tersebar di 547 instansi pusat dan daerah.
Dengan arah kebijakan baru, peluang bagi generasi muda untuk masuk birokrasi semakin terbuka, terutama bagi mereka yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan syarat umum.
Kemenkeu dan BRIN Siap Tambah Formasi
Selain KemenPAN-RB, sejumlah instansi telah menyiapkan formasi untuk CPNS 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan seleksi CPNS Kemenkeu akan terbuka bagi lulusan non-PKN STAN, termasuk lulusan SMA, melalui skema rekrutmen hybrid. “Ada STAN, ada luar STAN,” jelas Purbaya.
Jalur non-STAN tidak menghapus jalur STAN, dan pelamar umum tetap mendapat porsi sesuai kebutuhan.
Kebutuhan tenaga lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjadi prioritas. Purbaya menyebutkan, pihaknya akan merekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia untuk ditempatkan di masing-masing lokasi.
Berdasarkan PMK Nomor 70 Tahun 2025 tentang Renstra Kemenkeu 2025–2029, kebutuhan rekrutmen CASN 2025 tercatat sebanyak 2.100 orang, sementara kebutuhan CASN 2026–2029 mencapai 4.350 orang per tahun atau total 19.500 orang.
Selain Kemenkeu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menambah formasi periset pada seleksi CPNS 2026. Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, tambahan periset diperlukan untuk mengejar ketertinggalan jumlah peneliti nasional.
Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk, jauh tertinggal dibanding negara maju yang mencapai 4.000 peneliti per satu juta penduduk.
Bidang prioritas rekrutmen periset CPNS BRIN meliputi pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, dan teknologi keberlanjutan.
BRIN juga membuka peluang bagi lulusan ilmu sosial, menandakan fokus rekrutmen tidak hanya pada sains dan teknologi, tetapi juga kajian sosial dan kebijakan.
Jadwal Pembukaan Masih Menunggu Usulan Formasi
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa pembukaan CPNS 2026 sangat tergantung pada pengajuan formasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan, “Kalau tidak ada yang mengajukan formasi, maka tidak ada tes CPNS.” Minimnya usulan formasi menjadi alasan utama pemerintah belum menetapkan jadwal resmi pendaftaran.
Sementara itu, masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi melalui laman SSCASN BKN di sscasn.bkn.go.id, BKN, maupun Kementerian PANRB. Syarat umum pendaftaran meliputi:
Warga Negara Indonesia berusia 18–35 tahun (hingga 40 tahun untuk jabatan tertentu)
Tidak pernah dipidana dan bukan anggota partai politik
Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai formasi
Sehat jasmani dan rohani
Fokus Regenerasi ASN dan Kesiapan Infrastruktur
Pemerintah menekankan arah kebijakan CPNS 2026 akan mendukung regenerasi ASN. Fresh graduate menjadi fokus utama untuk memastikan adanya aliran tenaga muda dalam birokrasi, sekaligus menutup kebutuhan jabatan strategis di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Selain itu, penyesuaian formasi dan strategi rekrutmen disesuaikan dengan kondisi anggaran dan efektivitas pengisian jabatan. Dengan sistem hybrid yang mengakomodasi pelamar STAN dan non-STAN, pemerintah ingin memastikan kebutuhan ASN terpenuhi secara merata, sambil menjaga kualitas layanan publik.
Dengan masih terbukanya peluang seleksi CPNS, masyarakat diimbau tetap mempersiapkan diri secara matang, memahami syarat dan prosedur, serta memantau pengumuman resmi terkait formasi dan jadwal pendaftaran.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas ASN di seluruh Indonesia.